Menteri LH: Pentingnya Sinergi Lintas Sektor dalam Menjawab Tantangan Lingkungan
- 04 Mei 2026 23:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Lingkungan Hidup kunjungi Polda Riau dan dorong sinergi lintas sektor dalam isu lingkungan
- Green Policing dinilai melampaui ekspektasi dan diapresiasi sebagai langkah progresif Polda Riau
- Polda Riau menggabungkan penegakan hukum dengan perubahan pola pikir dan budaya organisasi
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mengunjungi Polda Riau dalam kunjungan kerja perdananya. Kunjungan ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor menjawab tantangan lingkungan hidup di Indonesia.
Pada kesempatan itu, Jumhur menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah progresif Polda Riau. Ia menilai pendekatan Green Policing yang dipaparkan telah melampaui ekspektasinya.
“Saya mendengarkan seluruh paparan dan merasa tidak ada lagi yang perlu saya pidatokan di sini. Apa yang terjadi hari ini akan saya adopsi,” ujarnya.
Jumhur Hidayat menambahkan, pendekatan Green Policing tidak hanya menitikberatkan pada penegakan hukum semata. Pendekatan ini juga mendorong perubahan pola pikir, perilaku, dan budaya organisasi kepolisian.
Rangkaian kegiatan turut diisi penampilan seni bertema lingkungan serta paparan pengungkapan kasus. Selain itu, disampaikan implementasi teknis Green Policing oleh jajaran Polda Riau.
Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Buruh bersama perwakilan serikat pekerja. Kegiatan ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan penghormatan pekerja.
“Ini sangat bagus. Kalau Green Policing terjadi di setiap institusi, saya rasa tidak perlu lagi kementerian. Ini luar biasa,” katanya.
Selain itu, kata dia, konsep Green Policing merupakan model yang layak diterapkan secara nasional di berbagai daerah. Konsep ini dinilai mampu mendorong perubahan dalam tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.
“Saya akan memastikan bersama kementerian agar apa yang dikerjakan hari ini bisa terjadi di seluruh daerah. Ini harus kita dorong bersama,” ucapnya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat merupakan bentuk penghormatan terhadap masyarakat Riau. Langkah ini memperkuat perhatian terhadap isu lingkungan di wilayah tersebut.
“Ini bagian dari penghormatan Republik kepada masyarakat Riau. Kita ingin memastikan ada perbaikan nyata dalam indeks lingkungan,” katanya.
Terkait isu pertambangan, ia menyoroti pentingnya membedakan pelaku lapangan dengan aktor utama. Menurutnya, banyak penambang merupakan masyarakat lokal yang membutuhkan perlindungan hukum.
“Penambang belum tentu jahat karena banyak masyarakat lokal. Yang biasanya jahat itu penampungnya sehingga perlu kepastian hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, isu lingkungan tidak bisa dipandang secara parsial. "Isu lingkungan ini berkaitan dengan aspek keamanan, ekonomi, dan keadilan sosial secara bersamaan," katanya.
Untuk diketahui, kunjungan tersebut menempatkan Riau sebagai wilayah strategis dalam penanganan isu lingkungan nasional. Pemerintah pusat juga menegaskan komitmen memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum di daerah.
Dalam agenda tersebut, Menteri LH didampingi Syahganda Nainggolan dan Rocky Gerung sebagai tokoh pemikir publik. Keduanya mendorong penguatan etika lingkungan dan kesadaran ekologis di ruang publik.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan penyambutan adat serta paparan program strategis yang dikembangkan Polda Riau. Program tersebut meliputi Green Policing dan Waste to Energy sebagai inovasi penanganan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....