Misbakhun Tegaskan APBN Perkuat Ekonomi dan Jaring Sosial

  • 29 Jan 2026 18:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menjelaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) strategis membangun jaring pengaman sosial dan memperkuat ekonomi rakyat. Ia menekankan APBN berfungsi sebagai mekanisme negara untuk menyalurkan subsidi, bantuan pendidikan, hingga program pangan seperti MBG.

“Sekarang ada intervensi yang lebih baru lagi dalam bentuk bantuan sosial, itu menjadi program belanja negara yaitu namanya MBG. Ada 350 triliun MBG kita,” kata Misbakhun saat menghadiri Dialog Publik catatan awal tahun 2026 bertajuk ‘Menakar proyeksi ekonomi 2026 dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat’ di Aula Kantin Demokrasi, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Misbakhun menilai MBG merupakan bentuk intervensi negara paling nyata untuk mencegah generasi Indonesia mengalami kekurangan gizi. “Jangan sampai generasi Indonesia ke depan itu adalah generasi yang kekurangan gizi, malfunction in nutrition,” ucap legislator tersebut.

Ia menambahkan, program MBG dirancang untuk menjangkau sekitar 83 juta hingga 84 juta penerima manfaat pada 2026. “Bayangkan setiap hari negara menyediakan porsi makanan 83 koma sekian juta untuk rakyatnya,” ujarnya.

Politisi Golkar ini menjelaskan, APBN bukan sekadar dokumen fiskal. Menurutnya APBN merupakan instrumen untuk memastikan pertumbuhan ekonomi selaras dengan pemerataan manfaat.

Pimpinan Komisi XI itu juga menekankan, APBN menghadirkan negara di tengah rakyat. Sekaligus memastikan penerimaan pajak kembali dalam bentuk fasilitas publik dan program sosial yang dirasakan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin menyebut target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen pada 2026. Namun, ia menilai capaian tersebut membutuhkan fondasi kebijakan yang kuat dan berkelanjutan.

Putri juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi 2026 ditargetkan sebesar 5,4 persen dalam Undang-Undang APBN. Menurutnya target tersebut menjadi angka dasar kebijakan menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun berikutnya.

"Realisasi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 Alhamdulillah kita masih tangguh dan stabil di kisaran lima persen selama beberapa triwulan. Bahkan hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSN) menunjukkan kondisi fiskal, moneter, dan juga sektor keuangan kita masih terjaga selama triwulan 4 tahun 2025," kata Puteri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....