Dua Gajah Sumatra Mati di Mukomuko, Kemenhut Fokus Ungkap Penyebab lewat Nekropsi
- 05 Mei 2026 07:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kehutanan tengah mendalami penyebab kematian dua ekor Gajah Sumatra yang ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko
- Sampai dengan saat ini belum dapat disimpulkan adanya indikasi perburuan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kehutanan tengah mendalami penyebab kematian dua ekor Gajah Sumatra yang ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko. Pihaknya akan mendalami kematian gajah di Provinsi Bengkulu, melalui investigasi ilmiah.
Dua satwa dilindungi tersebut ditemukan di area sekitar bentang habitat yang terhubung dengan Taman Nasional Kerinci Seblat. Keduanya terdiri satu individu dewasa dan satu anakan yang diduga merupakan induk dan anak, ditemukan dalam posisi berdekatan.
Kemenhut melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat pada 29 April 2026. Tim langsung diterjunkan ke lokasi bersama dokter hewan untuk melakukan verifikasi serta penanganan awal.
Penanganan juga dilakukan dengan persiapan nekropsi. Hasil pengamatan awal menunjukkan gading kedua gajah masih utuh.
“Sampai dengan saat ini belum dapat disimpulkan adanya indikasi perburuan. Namun demikian, penyebab kematian masih belum dapat dipastikan dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, saat dikonfirmasi, Senin, 4 Mei 2026.
Sejak 1 Mei 2026, tim gabungan telah melakukan prosedur nekropsi di lapangan sesuai standar penanganan satwa liar dilindungi. Tim tersebut terdiri dari BKSDA, Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat, serta kepolisian
“Tim gabungan saat ini bekerja untuk memastikan penyebab kematian melalui nekropsi dan analisis laboratorium. Jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum, akan ditindak tegas,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi. Dan juga memberikan ruang bagi tim dalam menyelesaikan proses investigasi secara menyeluruh.
Kementerian Kehutanan menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. Sekaligus memperkuat perlindungan satwa liar dilindungi melalui kolaborasi lintas lembaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....