Anggota DPR Dorong Pemerintah Beri Subsidi Pakan Gajah Wisata
- 15 Apr 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- I Nyoman Adi Wiryatama mendorong pemerintah memberi subsidi pakan bagi pengelola gajah wisata.
- Larangan aktivitas menunggang gajah menambah tekanan ekonomi sektor pariwisata, khususnya di Bali.
- Pengelola telah beralih ke wisata pemberian pakan dan foto bersama gajah, namun dinilai belum mampu menutup kerugian operasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama mendorong pemerintah memberikan bantuan bagi pengelola gajah wisata. Ia menilai subsidi sangat dibutuhkan setelah adanya kebijakan pelarangan aktivitas menunggangi gajah pada sektor pariwisata.
Adi mengatakan bahwa sektor pariwisata di Bali saat ini sedang mengalami tekanan yang cukup berat secara ekonomi. Menurutnya, larangan aktivitas gajah tunggang menambah beban bagi para pelaku usaha pariwisata yang masih berjuang bangkit.
“Pariwisata Bali ini sedang menghadapi banyak tantangan. Ketika larangan gajah tunggang diberlakukan, tentu ini menjadi tambahan tekanan bagi pelaku usaha di lapangan,” ujar Adi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
Lanjutnya, para pemilik gajah memiliki komitmen yang sangat luar biasa dalam menjaga kondisi kesehatan satwa tersebut. Ia menekankan bahwa biaya operasional untuk merawat gajah setiap bulannya membutuhkan dana yang sangat besar.
Menurutnya, pengelola tidak hanya menganggap satwa sebagai aset bisnis tetapi sudah memiliki ikatan batin yang kuat. Ia menuturkan bahwa pemilik gajah sering mendampingi hewan peliharaannya secara langsung saat sedang jatuh sakit.
“Mereka merawat gajah itu bukan sekadar usaha, ada keterikatan yang kuat. Kalau gajahnya sakit, pemiliknya bahkan bisa tidur di sampingnya, biaya perawatannya juga sangat besar,” kata Adi.
Lebih lanjut, ia menyebut para pengusaha pariwisata sudah berupaya mengubah konsep layanan wisata satwa mereka. Ia menyatakan bahwa pengelola kini mulai menawarkan aktivitas alternatif berupa memberi pakan dan sesi foto bersama.
Menurutnya, peralihan jenis layanan tersebut belum sanggup menutupi kerugian ekonomi akibat hilangnya daya tarik menunggang gajah. Ia berharap negara memberikan solusi konkret melalui pemberian subsidi kebutuhan pokok untuk merawat gajah.
“Saya kira pemerintah bisa hadir, misalnya melalui subsidi pakan atau dukungan lain. Ini penting agar pengelola tetap bisa merawat gajah dengan baik,” ucap Adi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....