Hardiknas, Guru Tekankan Pentingnya Karakter dan Kolaborasi dalam Pendidikan
- 03 Mei 2026 15:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pendidikan berkualitas tidak hanya menekankan akademik, tetapi juga pembentukan karakter siswa yang berakhlak.
- Penguatan pendidikan membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk sekolah, keluarga, dan masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi pengingat pentingnya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter siswa. Guru SMP 238 Jakarta, Teguh Leksono, menilai kualitas pendidikan harus mencetak generasi unggul secara menyeluruh.
Menurutnya, pendidikan berkualitas tidak hanya diukur dari prestasi akademik semata. Namun juga dari kemampuan siswa menjaga akhlak dan etika dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pendidikan berkualitas itu bagaimana murid menjadi unggul, tidak hanya akademik, tetapi juga karakter. Terutama bagaimana akhlak mereka tetap terjaga sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu 3 Mei 2026.
Ia mengakui, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi. Kondisi tersebut memunculkan kesenjangan antara nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dengan realitas yang dihadapi siswa.
“Anak-anak ini kan terkena dampak dari perubahan zaman yang begitu besar. Sementara dari guru ini kan berada dalam masa zamannya berbeda, jadi ada kesenjangan begitu,” katanya.
Teguh mencontohkan, perubahan perilaku siswa terlihat dari menurunnya kebiasaan sopan santun yang dulu kuat diterapkan. Hal ini dipengaruhi oleh arus informasi dan budaya digital yang semakin terbuka.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ia menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan. Selain itu, pembiasaan nilai-nilai moral dan keagamaan di sekolah juga harus terus diperkuat.
Namun, ia menilai upaya sekolah saja tidak cukup dalam membentuk karakter siswa. Peran keluarga dan lingkungan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung pembentukan karakter tersebut.
Sejalan dengan tema Hardiknas 2026, Teguh menekankan pentingnya komitmen kolektif dalam pendidikan. Menurutnya, tanggung jawab mencerdaskan bangsa harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh elemen.
“Kalau ini hanya menjadi beban sekolah saja, tidak akan pernah selesai. Pendidikan itu tanggung jawab bersama, kolaboratif,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya motivasi dari dalam diri siswa sebagai kunci utama keberhasilan pendidikan. Sementara itu, peran orang tua dan masyarakat menjadi faktor pendukung yang memperkuat proses tersebut.
“Pertama sebenarnya yang paling penting itu adalah motivasi diri yang kuat dari siswa sebenarnya. Masyarakat dan guru itu adalah sebenarnya bagi masyarakat dan orang tua itu adalah bagian eksternal,” ucapnya.
Teguh menambahkan, perkembangan literasi digital perlu diarahkan agar bermanfaat bagi pendidikan. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk belajar.
Melalui momentum Hardiknas 2026, ia berharap tercipta ekosistem pendidikan yang kuat dan kolaboratif. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi berkarakter dan siap menghadapi tantangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....