Abdul Mu’ti: Hardiknas 2026 Jadi Momentum Hidupkan Spirit Pendidikan Nasional
- 02 Mei 2026 10:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mengatakan Hardiknas 2026 berlangsung dalam kondisi bangsa yang bersatu, aman, dan damai
- Pendidikan ditegaskan sebagai proses memanusiakan manusia dengan kasih sayang dan ketulusan
- Nilai pendidikan berlandaskan ajaran Ki Hajar Dewantara melalui sistem among, asah, asih, dan asuh
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan peringatan ‘Hari Pendidikan Nasional 2026’ berlangsung dalam kondisi bangsa yang bersatu, aman, dan damai. Ia menegaskan momentum ini menjadi kesempatan bersama untuk merefleksikan serta menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional.
“Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia,” ujarnya saat menjadi Inspektur Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia menyebut pendidikan pada hakikatnya merupakan proses yang dilaksanakan secara tulus dan penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia. Pendidikan juga merupakan proses menemukan serta menumbuhkembangkan fitrah kodrat alamiah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia.
Menurutnya, inti dari proses pendidikan adalah memuliakan manusia melalui pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh dan berkelanjutan. Ia mengingatkan ajaran Ki Hajar Dewantara tentang sistem among, asah, asih, dan asuh sebagai dasar pendidikan nasional.
“Inti proses pendidikan adalah memuliakan. Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara meletakkan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem Among, Asah, Asih dan Asuh,” ucapnya.
Ia menjelaskan pendidikan bertujuan menumbuhkembangkan potensi manusia agar menjadi insan beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki kepribadian utama. Selain itu, pendidikan juga diarahkan untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh.
Abdul Mu'ti menyatakan pendidikan pada hakikatnya merupakan proses mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun watak dan peradaban. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk memperkuat kerja sama dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....