Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berkualita
- 03 Mei 2026 17:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hardiknas 2026 ditekankan sebagai momentum refleksi untuk memperkuat komitmen kolektif mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua.
- Pemerintah mendorong pemerataan pendidikan melalui revitalisasi sekolah, digitalisasi, serta kolaborasi dengan daerah dan sektor swasta.
RRI.CO.ID, Jakarta - Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 dimaknai sebagai refleksi memperkuat arah pendidikan nasional. Momentum ini menegaskan kembali pentingnya pendidikan berkualitas untuk semua.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan Hardiknas bukan sekadar seremonial tahunan. Ia menyebut, peringatan ini menjadi refleksi evaluatif untuk memperkuat amanat konstitusi.
“Jadi peringatan hari pendidikan nasional ini tentunya bukan hanya ritual tahunan yang bersifat seremonia. Akan tetapi sebuah refleksi evaluatif ya untuk memperkuat sekaligus juga mempertegas salah satu pesan dari konstitusi kita,” ujarnya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu 3 Maret 2026.
Menurutnya, tujuan utama berdirinya negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal itu telah ditegaskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Pesan konstitusi tersebut diterjemahkan melalui visi pendidikan bermutu untuk seluruh masyarakat. Tema Hardiknas tahun ini juga menekankan pentingnya partisipasi semua komponen bangsa.
“Karenanya tema peringatan hari pendidikan nasional sekarang adalah mengingatkan, menegaskan, partisipasi semesta. Partisipasi semua komponen di Indonesia untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, pendidikan yang bermutu untuk semua,” katanya
Atip menjelaskan, tanggung jawab pendidikan bukan hanya milik pemerintah semata. Seluruh elemen bangsa memiliki peran dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Ia mencontohkan, peran masyarakat sangat besar dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Sekitar 93 persen PAUD dikelola masyarakat, sementara pemerintah hanya sekitar 7 persen.
Meski belum mencapai kondisi ideal, akses pendidikan kini semakin meluas hingga wilayah 3T. Pemerintah terus mendorong berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara merata.
Salah satu langkah utama adalah revitalisasi infrastruktur sekolah yang lama tidak tersentuh perbaikan. Tahun lalu, sebanyak 16.171 satuan pendidikan telah berhasil direvitalisasi.
“Peningkatan kualitas pendidiknya para guru dengan berbagai macam pelatihan juga dengan menggunakan teknologi kita sebut sebagai program digitalisasi pendidikan. Dimana dapat membantu para guru untuk meningkatkan kompetensinya dan juga untuk menjangkau sudah-sudah kita yang di daerah 3T,” ujarnya.
Digitalisasi pendidikan dinilai mampu membantu guru meningkatkan kompetensi dan menjangkau daerah terpencil. Program ini juga mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal, pemerintah bekerja sama dengan pemerintah daerah. Pengawasan dilakukan bersama unit pelaksana teknis di berbagai wilayah.
“Kita bekerjasama dengan pemerintah daerah karena secara legal formal pemerintah daerah memiliki atau bertanggung jawab untuk pelaksanaan pendidikan di daerah. Akan tetapi kita juga memiliki unit-unit pelaksanaan teknis di daerah,” ucapnya
Selain itu, keterlibatan sektor swasta dan organisasi non-pemerintah juga terus didorong. Mereka berkontribusi melalui pelatihan guru dan peningkatan akses belajar siswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....