Hari Kebebasan Pers, Ini Enam Tokoh Pers Nasional yang Menginspirasi

  • 03 Mei 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tokoh pers Indonesia berperan besar membangun semangat nasionalisme dan perjuangan kemerdekaan
  • Pers menjadi alat perjuangan ideologis melawan kolonialisme di Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta - Pers Indonesia memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa, terutama dalam membangun kesadaran nasional dan perjuangan menuju kemerdekaan. Melalui tulisan, kritik, dan media massa, para tokoh pers turut menjadi penggerak perubahan sosial dan politik di Indonesia.

Mengutip buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Waluyo, pers pada masa perjuangan tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi. Pers juga menjadi alat perjuangan ideologis untuk melawan kolonialisme dan membangkitkan semangat kebangsaan.

Berikut sejumlah tokoh pers Indonesia yang menginspirasi dikutip dari berbagai sumber:

1. Ernest Douwes Dekker

Ernest Francois Eugene Douwes Dekker dikenal sebagai tokoh Indo-Belanda yang aktif memperjuangkan hak masyarakat pribumi. Melalui dunia jurnalistik, ia kerap menyampaikan kritik tajam terhadap pemerintah kolonial Belanda.

Saat menjadi redaktur Bataviaasche Nieuwsblad, Douwes Dekker mengubah arah media tersebut menjadi lebih berpihak kepada pribumi. Ia menggunakan surat kabar sebagai sarana perjuangan politik dan membangkitkan semangat nasionalisme.

2. Tirto Adhi Soerjo

Tirto Adhi Soerjo dikenal sebagai Bapak Pers Nasional Indonesia. Ia mendirikan surat kabar Medan Prijaji pada 1907 menggunakan modal pribadi.

Surat kabar tersebut memakai bahasa Melayu dan menjadi media pertama di Nusantara yang membawa semangat nasionalisme. Melalui tulisannya, Tirto membela masyarakat pribumi dan mengkritik ketidakadilan kolonial.

3. Ruhana Kuddus

Ruhana Kuddus tercatat sebagai jurnalis perempuan pertama di Indonesia. Ia mendirikan surat kabar Soenting Melajoe pada 1912 sebagai media pendidikan dan perjuangan hak perempuan.

Melalui media tersebut, Ruhana mendorong perempuan untuk memperoleh pendidikan dan berani menyampaikan pendapat. Perannya menjadikan dirinya sebagai pelopor pers perempuan Indonesia.

4. Djamaluddin Adinegoro

Djamaluddin Adinegoro dikenal sebagai tokoh penting dalam dunia jurnalistik dan kesusastraan Indonesia. Nama “Adinegoro” merupakan nama pena yang digunakannya dalam berbagai tulisan.

Ia dikenal memiliki gaya penulisan modern dan kritis pada zamannya. Pengaruhnya di dunia jurnalistik begitu besar hingga namanya diabadikan menjadi penghargaan bergengsi Anugerah Jurnalistik Adinegoro.

5. SK Trimurti

SK Trimurti dikenal sebagai wartawati, penulis, sekaligus pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia mulai aktif di dunia jurnalistik setelah bergabung dengan Partai Indonesia atau Partindo.

Tulisan-tulisannya dimuat di berbagai media dan banyak memuat semangat perjuangan nasional. Selain aktif sebagai wartawan, SK Trimurti juga dikenal sebagai tokoh perempuan dan pernah menjabat Menteri Perburuhan Indonesia.

6. Jakob Oetama

Jakob Oetama menjadi salah satu tokoh pers paling berpengaruh dalam sejarah media modern Indonesia. Bersama Petrus Kanisius Ojong, ia mendirikan harian Kompas yang berkembang menjadi salah satu media terbesar di Indonesia.

Karier jurnalistik Jakob dimulai sebagai redaktur Mingguan Penabur pada 1956. Ia juga mendirikan majalah Intisari sebelum melahirkan harian Kompas.

Jakob dikenal melalui konsep “jurnalisme kepiting”, yakni gaya pemberitaan yang hati-hati namun tetap kritis. Pemikirannya memberi pengaruh besar terhadap perkembangan etika jurnalistik di Indonesia.

Tokoh-tokoh pers tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Melalui media dan tulisan, mereka ikut membangun semangat perjuangan, pendidikan politik, dan demokrasi di Tanah Air.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....