Kementrans Resmi Buka Pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot 2026
- 02 Mei 2026 20:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Transmigrasi
- Transmigran
- Tim Ekspedisi Patriot
- TEP 2026
- Presiden Prabowo
- Menteri Iftitah
- Velix Wanggai
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) resmi membuka pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 mulai 1 Mei hingga 21 Mei 2026. Program unggulan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah dalam mendorong transformasi transmigrasi melalui aksi nyata di lapangan.
Dengan mengirim lulusan perguruan tinggi minimal Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1) ke berbagai kawasan transmigrasi. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di kawasan transmigrasi.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan pembangunan nasional. TEP 2026 akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia, para peserta akan menjalankan kegiatan riset, kajian.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan kehadiran TEP membawa dampak nyata bagi masyarakat di kawasan transmigrasi. Program ini dinilai mampu memperkuat kehadiran negara sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat, sebagaimana telah dirasakan pada pelakaanaan TEP 2025.
“Kami menerima banyak laporan bahwa kehadiran Tim Ekspedisi Patriot mampu mengobati kerinduan masyarakat. Akan hadirnya negara dan Pemerintah di kawasan transmigrasi,” kata Menteri Iftitah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Sabtu 2 Mei 2026.
Menteri Iftitah menegaskan, fokus program tahun ini tidak lagi sebatas pemetaan potensi. Menurutnya, fokus program pada aksi konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Jika sebelumnya berfokus pada riset dan pemetaan potensi ekonomi, kini diarahkan pada pemberdayaan dan pendampingan masyarakat. Orientasinya adalah aksi nyata di lapangan, termasuk menjawab kebutuhan dasar di kawasan transmigrasi,” ucapnya.
TEP 2026 akan ditempatkan antara lain, kawasan transmigrasi prioritas nasional di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu. Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara.
Selain itu, program ini juga mencakup kawasan transmigrasi dan prioritas nasional di Pulau Papua. Serta, kawasan prioritas Kementrans seperti Barelang di Kepulauan Riau dan Bahari Tomini Raya di Sulawesi Tengah.
Program TEP 2026 terbuka bagi lulusan atau alumni perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dalam mekanisme pelaksanaannya, peserta dapat mendaftarkan diri pada mitra utama yang berasal dari 10 perguruan tinggi mitra.
Perguruan tinggi mitra Kementrans yakni, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Diponegoro. Serta, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin.
Program ini juga mendapat respons positif dari Pemerintah daerah dan masyarakat. Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot dinilai sebagai harapan baru dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi.
Melalui pendaftaran di www.tep.transmigrasi.go.id, Kementrans mengajak generasi muda Indonesia untuk ambil bagian dalam membangun negeri dari kawasan transmigrasi. Serta, memperkuat kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai mendukung kembali dilanjutkanya program TEP di 2026. Velix yang juga Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrans berharap kawasan transmigrasi dapat berkontribusi pada pembangunan daerah.
"Kementerian Transmigrasi melakukan pendekatan baru di dalam transmigrasi di Papua. Pendekatan kolaborasi dengan perguruan tinggi, sehingga dapat memetakan potensi ekonomi wilayah, memetakan kelembagaan ekonomi yang kontekstual dengan Papua," ujar Velix.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....