Kementrans Berdayakan Kawasan Transmigrasi dengan TEP 2026
- 29 Apr 2026 15:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kawasan Transmigrasi
- Daerah Pinggiran
- Menteri Transmigrasi
- Tim Ekspedisi Patriot
RRI.CO.ID, Jakarta : Kementerian Transmigrasi (Kementrans) kembali akan membuka pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 untuk memberdayakan kawasan transmigrasi. Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyebut TEP 2026 merupakan kelanjutan dari kesuksesan TEP 2025 dalam pemetaan kawasan.
Hal ini disampaikannya dalam Rapat Pleno Hasil Reviu Laporan TEP 2025 pada 154 kawasan transmigrasi dengan 2.000 peserta. Menteri Iftitah menjelaskan, TEP 2026 dibuka dengan sejumlah persyaratan, diantaranya lulus S1 yang dapat mendaftar di website Kementrans.
"Karena nilai potensinya ada, kemudian nilai untuk investasinya juga ada, Insyaallah pada tahun ini kami akan membuka kembali. Bisa juga nanti ke 10 kampus mitra utama, dilakukan seleksi, administrasi seleksi lainnya, diutamakan adalah juga kesehatan," kata Menteri Iftitah di Hotel Sheraton Grand Jakarta, pada Rabu 29 April 2026.
Dalam TEP 2026, 1.400 peserta akan dikirim ke 52 kawasan transmigrasi selama 10 bulan melibatkan 10 kampus ternama. Tugas peserta TEP 2026 adalah pemberdayaan dan pendampingan kepada transmigran berupa aksi nyata membangun kawasan transmigrasi.
"Jadi lebih kepada aksi nyatanya di lapangan. Kalau tadi infrastruktur misalkan contohnya apa yang kurang. Nanti kita akan bangun jalan, kemudian air, kita akan hadirkan air bersih di lokasi-lokasi kawasan transmigrasi," ucapnya.
Menteri Iftitah menyampaikan, terdapat sejumlah Kepala Daerah yang memberikan respon positif terhadap TEP Kementrans 2025 lalu. Menurutnya, TEP 2025 telah memberikan masukan dan kontribusi pada pembangunan daerah, khususnya juga memerlukan perhatian dari Pemerintah Daerah.
"Banyak juga respons yang sangat positif dari kepala-kepala daerah terkait dengan kehadiran tim Ekspedisi Patriot ini. Ucapan terima kasih dan dukungan dari Gubernur Bengkulu, bahwa kehadiran mereka betul-betul dinantikan," ujarnya.
Sebelumnya, TEP 2025 berisikan mahasiswa dan alumni dari perguruan tinggi ternama dengan rasa keingintahuan tinggi untuk melakukan riset. Tim besar TEP 2025 dibagi menjadi 400 tim kecil yang dipimpin oleh dosen atau peneliti senior.
TEP tahun lalu melibatkan 44 guru besar, 400 master dan doktor, 578 S1, dan 1.000 mahasiswa S1. Animo untuk mengikuti TEP tersebut cukup tinggi, dimana jumlah tersebut melebihi dari kapasitas yang disediakan sebanyak 2.000 peserta.
Penyelenggaraan TEP 2025 dilakukan selama 4 bulan yang dimulai pada September hingga Desember 2025. Peserta TEP tersebut juga telah mendapatkan pembekalan dari berbagai Kementerian dan Lembaga sebelum terjun ke lapangan.
Perguruan tinggi yang berpartisipasi yaitu, IPB 285 orang, ITS 285 orang, Undip 285 orang, UGM 290 orang. Serta, UI 285 orang, Unpad 285 orang dengan total 95 persen ditambah dengan kolaborasi strategis dari universitas-universitas lokal.
Mulai dari Universitas Cendrawasih, Universitas Musamus, Universitas Timor, Universitas Indonesia Timur, Universitas Tandjung Pura, Universitas Maritim. Serta, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Tadulako, Universitas Hasanudin, Universitas Sriwijaya.
Kemudian, Universitas Gorontalo, UIN Alaudin Makassar, Institut Teknologi Kalimantan, Institut Teknologi Sumatra. Lalu, Universitas Bengkulu, Poltek Batam, dan Universitas Nusa Cendana.
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai mendukung kembali dilanjutkanya program TEP di 2026. Velix yang juga Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrans berharap kawasan transmigrasi dapat berkontribusi pada pembangunan daerah.
"Kementerian Transmigrasi melakukan pendekatan baru di dalam transmigrasi di Papua. Pendekatan kolaborasi dengan perguruan tinggi, sehingga dapat memetakan potensi ekonomi wilayah, memetakan kelembagaan ekonomi yang kontekstual dengan Papua," papar Velix.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....