LPOI Dorong Konsolidasi Dunia Islam untuk Perdamaian dan Peradaban Humanis

  • 02 Mei 2026 16:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Mesir diproyeksikan menjadi episentrum peradaban Islam serta berperan sebagai juru damai dalam meredakan konflik global
  • Kerja sama LPOI dengan Risalatussalam Al Alam fokus pada diplomasi budaya, dakwah moderasi, riset, pertukaran Indonesia–Mesir, serta pendidikan
  • LPOI menekankan konsolidasi dunia Islam sebagai langkah strategis menghadapi konflik global dan mewujudkan peradaban humanis berkelanjutan

RRI.CO.ID, Jakarta - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menegaskan pentingnya konsolidasi dunia Islam untuk mewujudkan perdamaian global dan peradaban humanis berkelanjutan. Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis menghadapi konflik, ketegangan geopolitik, serta tantangan antar bangsa yang terus meningkat.

Perdamaian dan peradaban humanis disebut sebagai harapan bersama seluruh bangsa demi terciptanya kehidupan berkelanjutan yang membawa kemaslahatan sepanjang masa. Karena itu, berbagai bentuk perang, konflik, dan ketegangan geopolitik dinilai harus segera dihentikan demi masa depan dunia yang lebih baik.

Sebagai langkah konkret, LPOI melakukan konsolidasi people to people antar bangsa guna memperkuat visi Islam Rohmatan Lil Aalamiin sebagai rahmat bagi seluruh alam. Konsolidasi ini juga bertujuan merajut ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah insaniyah dalam membangun persaudaraan lintas umat dan kemanusiaan global.

LPOI menggelar dialog publik dan menandatangani nota kesepahaman dengan Muassasah Risalatussalam Al Alam yang berbasis di Mesir, Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di Pesantren Al Tsaqofah, dihadiri delegasi Mesir dipimpin DR. Majdy Thontowy bersama pimpinan LPOI serta para santri.

Prof DR KH Said Aqil Siroj MA menegaskan konsolidasi dunia Islam wajib segera dilakukan menghadapi tantangan global saat ini. Ia menyebut perjuangan menghadirkan Islam sebagai kekuatan peradaban global damai dan menyejukkan harus terus digaungkan demi kemanusiaan.

“Perdamaian dan Peradaban Humanis harus menjadi pilar utama perjuangan kaum muslimin sepanjang masa. Islam hadir disemua peradaban di dunia dengan misi salam (misi perdamaian) dan misi Insan Kamil Mukamil (the perfect human being) misi kemanusiaan yang memanusiakan manusia,” ujarnya dalam penjelasannya, Jumat, 1 Mei 2026.

Menurutnya perdamaian dan peradaban humanis harus menjadi pilar utama perjuangan kaum muslimin sepanjang masa di seluruh dunia. Ia menambahkan dialog peradaban bernafaskan perdamaian perlu segera digelar agar ketegangan geopolitik tidak berkembang menjadi perang dunia ketiga.

Kyai Said menegaskan kesadaran global serta partisipasi lintas negara harus diperkuat agar berbagai konflik internasional segera diakhiri secara menyeluruh dan berkelanjutan. Ia menyatakan diperlukan terobosan strategis yang mampu menjembatani perbedaan kepentingan, serta menghadirkan Juru Damai Terpercaya yang diterima secara global.

Ia menyebut aktor negara dan non negara harus bekerja bersama menghimpun kekuatan strategis agar konflik tidak meluas menuju kehancuran total yang merugikan semua pihak. Ia menegaskan tindakan provokatif, intimidatif, serta pelanggaran hukum internasional harus dihentikan, dan Indonesia berpotensi menjadi konsolidator perdamaian dunia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal LPOI Gus Imam Pituduh menyampaikan kerjasama LPOI dengan Risalatussalam Al Alam berfokus pada lima program utama strategis. Program tersebut meliputi Diplomasi Budaya dan Peradaban Islam, Dakwah Transnasional berbasis narasi moderasi, serta pengembangan riset publikasi pusat studi.

Ia menjelaskan kerjasama juga mencakup pertukaran Indonesia Mesir serta pendidikan formal dan informal untuk memperkuat hubungan antarbangsa. Visi kerjasama ini didedikasikan membangun ekosistem global pemikiran Islam moderat berkelanjutan dengan sasaran peningkatan sumberdaya manusia dan kontribusi perdamaian global.

“Visi kerjasama ini didedikasikan untuk membangun ekosistem global pemikiran islam moderat yang berpengaruh dan berkelanjutan. Dengan sasaran strategis untuk peningkatan sumber daya manusia, penguatan jaringan internasional dan kontribusi nyata dalam perdamaian global,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, DR. Majdy Thontowy menyampaikan sebagai langkah konkret kerja sama ini pihaknya akan mengundang LPOI di bawah pimpinan Prof DR KH Said Aqil Siroj MA ke Mesir. Agenda tersebut meliputi dialog peradaban, pemberian beasiswa studi ke Mesir bagi santri, publikasi karya ilmiah bersama, serta penguatan kerja perdamaian global.

Ia menegaskan Indonesia dan Mesir diproyeksikan menjadi episentrum peradaban Islam masa depan dengan peran strategis sebagai juru damai konflik global. Menurutnya, Islam harus tampil sebagai rahmat bagi semua dengan wajah humanis, damai, dan toleran sebagaimana praktik Islam di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....