LPOI Gelar 'Peace Dialogue' di Kyoto, Ajukan Pendekatan Spiritual untuk Redam Krisis

  • 25 Apr 2026 22:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kyoto – Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menggelar Peace Dialogue di Kuil Mii-dera Temple, Jepang, pada 20 April 2026. Forum ini menjadi respons atas meningkatnya kompleksitas teknologi dan ketegangan geopolitik global yang dinilai berpotensi mengancam masa depan kemanusiaan.

Dalam pertemuan tersebut, LPOI bersama sejumlah mitra internasional juga menandatangani kerja sama dengan Tenma Hospital Group untuk pengembangan rumah sakit, riset stem cell, serta layanan kesehatan berbasis pendekatan spiritual dan natural medicine. Ketua Umum LPOI, Said Aqil Siroj, mengatakan dunia saat ini menghadapi tantangan besar akibat kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Dunia tengah memasuki babak baru dengan berbagai kemajuan, dinamika, dan kompleksitasnya. Kompetisi global dan konflik kepentingan antar blok peradaban yang semakin ketat telah memicu peperangan dan merugikan masa depan kemanusiaan serta perdamaian,” ujarnya dalam keterangan pers.

Menurutnya, diperlukan “rekalibrasi spiritual” untuk menata kembali arah peradaban dunia. Ia menekankan pentingnya pendekatan baru yang mampu menyelaraskan nilai, orientasi, dan tatanan global agar lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

LPOI, kata dia, menawarkan solusi melalui konsep Spiritual and Natural Lifestyle, yakni kembali pada nilai spiritualitas dan keseimbangan dengan alam sebagai fondasi utama kehidupan manusia.

“Dengan kembali ke spiritualitas, manusia akan sadar bahwa semua adalah saudara dengan tugas menjaga dunia secara damai. Sementara kembali ke alam menumbuhkan kesadaran pentingnya melestarikan bumi sebagai rumah bersama,” ia menjelaskan.

Ia juga menegaskan nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan sejak dini sebagai core value dalam kehidupan, guna menjaga keberlanjutan perdamaian global.

Senada, Sekretaris Jenderal LPOI Imam Pituduh menyebut pendekatan tersebut diharapkan menjadi jembatan lintas peradaban yang mampu meredakan konflik kepentingan.

“Pendekatan ini bukan sekadar teori, tetapi telah tumbuh dalam praktik kehidupan masyarakat Asia, terutama pada sektor kesehatan melalui spiritual and natural medicine serta pertanian melalui spiritual and natural farming,” katanya.

Ia menambahkan, isu pangan dan kesehatan merupakan pilar penting dalam menjaga kemanusiaan dan perdamaian dunia, sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan.

Sementara itu, Founder Sakuranesia, Tovic Rustam, menyatakan kegiatan ini menjadi langkah awal membangun kesadaran global dari Jepang. “Kami berkomitmen mendukung upaya kemanusiaan dan perdamaian dunia. Kolaborasi dengan LPOI dan para tokoh agama menjadi pintu masuk untuk membumikan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.

Dialog ini turut dihadiri delegasi Indonesia, akademisi Jepang, pimpinan organisasi sosial, hingga perwakilan pelajar Indonesia di Jepang. Forum tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan kerja sama lintas negara dalam membangun perdamaian dunia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....