Respons Cepat Kemenhut Tangani Temuan Harimau Sumatera di Mukomuko
- 02 Mei 2026 14:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, tengah melakukan investigasi, atas temuan satu individu Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)
- Harimau Sumatera itu ditemukan masyarakat di sebuah genangan di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu
- BKSDA Bengkulu menerima laporan awal dari masyarakat pada 30 April 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, tengah melakukan investigasi, atas temuan satu individu Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Harimau Sumatera itu ditemukan masyarakat di sebuah genangan di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.
BKSDA Bengkulu menerima laporan awal dari masyarakat pada 30 April 2026. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim BKSDA Bengkulu segera berkoordinasi dengan aparat setempat, untuk melakukan penelusuran.
“Kami menaruh perhatian serius, terhadap setiap kejadian yang melibatkan satwa dilindungi, khususnya Harimau Sumatera sebagai spesies kunci. Saat ini tim di lapangan tengah melakukan penanganan dan pendalaman, untuk memastikan penyebab kematian, termasuk kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 2 Mei 2026.
Selanjutnya, pada 1 Mei 2026, tim BKSDA Bengkulu bersama Polsek Penarik, dan petugas Taman Nasional Kerinci Seblat, bergerak ke lokasi. Berdasarkan hasil identifikasi awal, satwa tersebut merupakan harimau jantan dalam kondisi utuh, yang ditemukan di sebuah genangan.
Hingga saat ini, tim BKSDA Bengkulu masih melakukan pendalaman, dan akan memastikan penyebab melalui nekropsi serta analisis laboratorium. Tim dokter hewan juga dijadwalkan segera melakukan pemeriksaan di lokasi.
Progres tim hingga Jumat malam, 1 Mei 2026, tidak memungkinkan untuk melakukan nekropsi, karena kondisi malam yang gelap dan hujan. Selain itu juga belum tersedianya es pendingin untuk sampel.
Pelaksanaan nekropsi direncanakan dilanjutkan pada hari Sabtu, 2 Mei 2026. Yang akan dilakukan di pos Resor Air Hitam.
Kementerian Kehutanan memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berbasis ilmiah. Hal itu sebagai bagian dari komitmen menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....