Dirjen Imigrasi Sebut PMI Sumbang Devisa Rp433 Triliun bagi Negara

  • 30 Apr 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko menyebutkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menghasilkan devisa sebesar Rp433 triliun
  • Nominal tersrbut sepanjang 2025 lalu atau nyaris dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya

RRI.CO.ID, Tangerang - Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko menyebutkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menghasilkan devisa sebesar Rp433 triliun. Nominal tersebut tercapai sepanjang 2025 lalu atau nyaris dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Hendarsam mengatakan, devisa yang dihasilkan PMI terus meningkat sejak 2022 silam dengan jumlah Rp135,9 triliun. Satu tahun berikutnya melonjak menjadi Rp227 triliun, sampai tahun lalu sebanyak Rp253,3 triliun.

"Fakta menunjukkan PMI menghasilkan kurang lebih Rp433 triliun pada 2025 kemarin. Angka itu sangatlah besar," ujarnya di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis 30 April 2026.

Jumlah yang dihasilkan PMI itu tercatat jadi penyumbang devisa terbesar ke dua di Indonesia setelah sektor migas. Tingginya angka devisa PMI itu dicapai berkat kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan lapangan pekerjaan untuk masyarakat di luar negeri.

Selain itu, sejumlah lembaga pemerintahan juga rutin memantau kondisi ekonomi negara mitra secara berkala sebelum menempatkan para pekerja migran. Terlebih negara-negara yang menjadi target pengiriman PMI salah satunya terletak di benua Eropa diantaranya ialah Jerman.

"Saya sampaikan bahwa PMI adalah pahlawan devisa bagi Indonesia. Karena mereka bekerja tidak hanya memetingkan diri sendiri tapi juga untuk keluarganya dan untuk negara di Tanah Air," ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten, Budi Novijanto. Ia menjelaskan kampung halaman PMI yang terbesar menyumbangkan devisa berada di Pulau Jawa dan sekitarnya.

"Untuk PMI yang paling banyak menghasilkan devisa didominasi daerah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah. Kemudian Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Banten sendiri," kata dia.

"Sementara negara tujuan tempat PMI bekerja banyak ke Hong Kong, Taiwan, Malaysia. Kemudian beberapa negara di Eropa dan untuk menjalani pekerjaan formal," sambungnya.

Menurutnya, selain menjadi sumber devisa, pekerja migran juga bisa menjadi satu solusi dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Selain itu PMI juga memperkuat ekonomi keluarga dan ekonomi daerah asal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....