BP3MI Banten Gagalkan 300 Pekerja Migran Ilegal

  • 29 Apr 2026 21:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten menggagalkan keberangkatan 300 pekerja migran non prosedural sejak Januari 2026
  • Kepala BP3MI Banten, Budi Novijanto mengatakan para PMI Ilegal menuju Kamboja dan sejumlah negara di Timur Tengah

RRI.CO.ID, Tangerang - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten menggagalkan keberangkatan 300 pekerja migran non prosedural sejak Januari 2026. Seluruhnya diamankan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kepala BP3MI Banten, Budi Novijanto mengatakan para PMI Ilegal menuju Kamboja dan sejumlah negara di Timur Tengah. "Pencegahan yang dilakukan oleh BP3MI Banten selama 3 bulan pertama ini lebih dari 300 orang dan paling banyak hendak berangkat ke Timur Tengah, Malaysia, ada juga yang ke Kamboja," ujarnya, Rabu 29 April 2026.

Hal ini, sambung Budi, hasil koordinasi dengan pihak kepolisian. Sebab tidak sedikit pengungkapan adanya praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pada sejumlah lokasi acak yang dijadikan tempat penampungan sementara oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab.

Terlebih ratusan pekerja yang didominasi oleh laki-laki itu dicegah keberangkatannya lantaran tidak memiliki kelengkapan dokumen. Tentunya untuk bekerja di luar negeri sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku.

"Mayoritas dari mereka kami dapati saat hendak berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta lewat kerjasama polisi dengan imigrasi. Ada beberapa ditemukan saat masih dipenampungan sekitar wilayah Banten," kata dia.

Menurut Budi, mereka yang berhasil diidentifikasi niat bekerja ilegal umumnya dijanjikan bekerja sebagai operator di wilayah Asia Tenggara. Mereka diiming-imingi gaji besar yang berbeda-beda setiap orangnya.

Sementara itu masyarakat yang hendak bekerja secara ilegal ke kawasan Timur Tengah mengaku ingin bekerja secara ilegal sebagai asisten rumah tangga. "Jadi untuk yang Asia Tenggara itu dijanjikan kerja sebagai operator komputer, ada juga yang memang disebut akan menjadi pekerja kantoran di negara luar," ucapnya.

Kendati demikian jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 lalu yang mencapai angka 690 orang. Adapun salah satu indikasi keberhasilan BP3MI Banten menekan jumlah ialah sosialisasi masif yang digencarkan bersama dangan stakeholder terkait.

Sementara itu Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Soekarno-Hatta membentuk Satuan Tugas atau Satgas khusus. Kegiatan ini selama periode ibadah haji 1447 Hijriah.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdana menjelaskan satgas khusus bertugas mengantisipasi adanya calon jemaah haji yang tidak terdaftar. Namun, ingin ikut serta berangkat ke Tanah Suci.

"Berkaca penyelenggaraan haji tahun lalu, kami telah menyiapkan satgas khusus. Tijuannya mengantisipasi keberangkatan jemaah haji ilegal," ucap Galih.

Pembentukan satgas khusus tersebut dilakukan usai didapati 700 penumpang yang ingin berangkat ke Makkah, Arah Saudi. Jumlah itu didapati pada periode ibadah haji tahun 2025 lalu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....