Mensos Pastikan Berikan Bantuan Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

  • 30 Apr 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mensos Saifullah Yusuf pastikan bantuan untuk keluarga korban KRL
  • Bantuan berupa sembako dan santunan uang tunai telah disiapkan
  • Pendampingan lanjutan dilakukan bersama pemerintah daerah
  • Korban Nuryati dikenal aktif dan jadi tulang punggung keluarga
  • Kecelakaan terjadi di Bekasi Timur akibat kendaraan mogok di perlintasan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf memastikan bantuan dan pendampingan bagi keluarga korban kecelakaan kereta di Bekasi. Kepastian itu disampaikan saat mengunjungi rumah duka salah satu korban di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 30 April 2026

“Kami datang untuk menyampaikan duka mendalam sekaligus melakukan asesmen kebutuhan keluarga,” kata Mensos. Ia menegaskan pemberian bantuan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga korban.

Untuk tahap awal, pemerintah telah menyiapkan bantuan berupa sembako dan santunan uang tunai. Pendampingan lanjutan juga akan diberikan untuk menjaga kondisi ekonomi keluarga yang akan dilakukan bersama pemerintah daerah.

Suasana Duka di Rumah Korban

Rumah duka berada di kawasan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran. Karangan bunga dari pejabat dan tokoh masyarakat memenuhi gang sempit di sekitar lokasi.

Pihak keluarga mengungkapkan bahwa korban berada di bagian tengah rangkaian KRL saat insiden terjadi, bukan di gerbong khusus perempuan. “Memang ada riwayat jantung, mungkin syok saat kejadian,” ucap anak korban.

Ia juga menjelaskan bahwa proses evakuasi awal dilakukan oleh sesama penumpang sebelum ibunya dibawa ke ambulans. Namun sayangnya dalam perjalanan nyawa ibunya tidak tertolong.

Korban bernama Nuryati, warga setempat yang dikenal aktif di lingkungan. Ia sehari-hari berdagang sembako dan aktif dalam kegiatan sosial.

Menurut keponakan korban, Rafika, almarhumah kerap mengingatkan warga terkait posyandu dan pelayanan lansia. Ia juga rutin mengikuti kegiatan pengajian.

“Orangnya baik dan aktif di lingkungan,” ucapnya. Rafika menyebut almarhumah memiliki delapan anak dan beberapa cucu.

Ia juga menjadi tulang punggung keluarga melalui usaha sembako. Seperti diketahui, kecelakaan kereta tersebut terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026.

Insiden bermula saat sebuah kendaraan mogok di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur dan tertabrak KRL yang melintas. Akibat insiden tersebut rangkaian KRL dari lawan arah Jakarta menuju Cikarang, kemudian berhenti di jalur rel stasiun.

Dari arah belakang, Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian tersebut. Benturan menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang rangkaian KRL, khususnya gerbong perempuan.

Data terbaru jumlah korban meninggal akibat kecelakaan tersebut mencapai 16 orang. Korban terakhir meninggal atas nama Mia Citra, usai menjalani operasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....