Mensos Cek Operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Selatan
- 16 Sep 2026 10:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos Saifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo Priyono meninjau operasional SRT 3 Sulawesi Selatan
- Peninjauan mencakup fasilitas sekolah, asrama, dapur, ruang makan, aula, dan fasilitas pendukung
- SRT 3 Sulsel menampung 417 siswa dari berbagai kabupaten dan kota
- Sekolah memiliki fasilitas pendidikan dan asrama terintegrasi di lahan seluas 7,6 hektare
- Mensos meminta pengelola menjaga kebersihan dan merawat fasilitas sekolah
RRI.CO.ID, Makassar - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengecek operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Sulawesi Selatan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas sekolah dan asrama mendukung aktivitas siswa secara aman dan nyaman.
Keduanya mengunjungi SRT 3 Sulsel di Jalan Pajjaiang, Sudiang Raya, Kota Makassar, Selasa 15 September 2026. Bangunan permanen tersebut telah digunakan untuk kegiatan belajar dan penginapan siswa sejak 15 Juli 2026.
Mensos dan Wamensos meninjau sejumlah fasilitas di kawasan sekolah seluas 7,6 hektare. Peninjauan mencakup dapur, ruang makan, guest house, aula, amphitheater, dan fasilitas pendukung lainnya.
Saat mengecek dapur, Gus Ipul memastikan peralatan dan fasilitas tersedia untuk memenuhi kebutuhan makan siswa. Ia juga meminta pengelola menjaga kebersihan dan merawat seluruh fasilitas sekolah.
“Tolong dijaga kebersihannya,” ucap Gus Ipul kepada Kepala SRT 3 Sulsel Widya Wati dan jajarannya. SRT 3 Sulsel saat ini menampung 417 siswa, terdiri atas 29 siswa SD, 123 siswa SMP, dan 265 siswa SMA.
Bangunan permanen SRT 3 Sulsel dilengkapi fasilitas pendidikan dan asrama yang terintegrasi. Fasilitas tersebut meliputi gedung sekolah SD hingga SMA, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, dan masjid.
Sekolah tersebut juga memiliki kantin, guest house, dapur, ruang makan, rumah pompa, rumah genset, lapangan upacara, lapangan basket, dan lapangan mini soccer. Seluruh fasilitas tersebut digunakan untuk menunjang kegiatan belajar, pengasuhan, dan aktivitas keseharian siswa.
Selain SRT 3 Sulsel, terdapat delapan Sekolah Rakyat permanen lainnya di Sulawesi Selatan. Program tersebut ditujukan untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi kehadiran Sekolah Rakyat di wilayahnya. Ia menyebut pemerintah daerah mendukung program tersebut melalui penyediaan lahan dan pembiayaan operasional.
“Atas nama Pemprov Sulsel saya ucapkan banyak terima kasih kepada Presiden, Menteri Sosial, dan Wamensos,” ujarnya.
Andi Sudirman mengatakan lahan yang diberikan untuk Sekolah Rakyat memiliki nilai sekitar Rp95 miliar. Ia menyebut pembangunan sembilan Sekolah Rakyat di Sulsel bernilai sekitar Rp2 triliun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....