Kemensos Siapkan Jadup Rp56 Miliar untuk 41.555 Warga Tapteng

  • 18 Sep 2026 22:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemensos memprioritaskan jadup bagi 41.555 warga terdampak bencana Tapanuli Tengah
  • Total anggaran bantuan jadup mencapai lebih dari Rp56 miliar
  • Bantuan isi hunian disiapkan bagi 5.626 kepala keluarga dengan anggaran Rp16 miliar
  • Kemensos memperluas cakupan penerima melalui pendataan, verifikasi, dan validasi
  • Warga yang belum menerima bantuan menjadi prioritas penyaluran tahap ketiga

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) memprioritaskan pemenuhan jatah hidup (jadup) bagi warga terdampak bencana di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Bantuan tersebut mencakup 41.555 jiwa dengan total anggaran lebih dari Rp56 miliar.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono membahas penyaluran bantuan bersama Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu di Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Pertemuan tersebut juga membahas bantuan isi hunian serta kebutuhan tambahan bagi masyarakat terdampak bencana.

Gus Ipul mengatakan pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi dalam menangani dampak bencana serta mendukung pemulihan masyarakat. Ia berharap masyarakat Tapanuli Tengah dapat segera bangkit dan melewati masa pemulihan.

“Kita terus berkoordinasi, berkolaborasi untuk menanggulangi dampak bencana beberapa waktu yang lalu. Mudah-mudahan masyarakat bisa bangkit kembali dan melewati masa-masa sulit ini dengan kesabaran bersama,” ujar Gus Ipul.

Audiensi tersebut juga membahas perkembangan data penerima, ketersediaan anggaran, serta penyaluran bantuan. Langkah tersebut dilakukan agar warga yang belum menerima bantuan dapat terjangkau.

Wamensos Agus Jabo mengatakan bantuan jadup yang dibahas merupakan penyaluran tahap ketiga untuk Tapanuli Tengah. Bantuan isi hunian juga disiapkan bagi 5.626 kepala keluarga dengan total anggaran Rp16 miliar.

“Jadi, ini tentang jadup untuk Tapanuli Tengah di tahap ketiga. Kita membahas bagaimana cakupan penerimanya bisa lebih luas,” ujar Agus Jabo.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui pendataan yang dilanjutkan dengan verifikasi dan validasi. Data tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan kepada keluarga terdampak bencana.

Kemensos juga memprioritaskan warga yang belum memperoleh bantuan sama sekali. Data penerima bantuan isi hunian akan dicocokkan dengan data penerima jadup agar penyaluran lebih tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....