Profil Menteri PPPA, Tersorot karena Usulan Pemindahan Gerbong Perempuan di KRL
- 30 Apr 2026 12:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menjadi sorotan usai mengusulkan pemindahan gerbong khusus perempuan ke tengah rangkaian KRL.
- Usulan tersebut disampaikan sebagai respons insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang berdampak besar pada gerbong perempuan.
- Arifah menyampaikan permintaan maaf karena pernyataannya dinilai kurang sensitif, di tengah duka korban kecelakaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Nama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menjadi sorotan publik. Hal ini menyusul usulannya terkait pemindahan gerbong khusus perempuan pada rangkaian KRL.
Usulan tersebut disampaikan Arifah setelah merespons insiden tabrakan kereta di Bekasi Timur. Dalam peristiwa itu, gerbong khusus perempuan yang berada di bagian belakang dilaporkan mengalami dampak paling parah.
Ia mengusulkan agar gerbong perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta. Menurutnya, posisi depan dan belakang memiliki risiko lebih tinggi saat terjadi kecelakaan.
"Jadi yang laki-laki di ujung. Yang depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah," ujarnya. Pernyataan tersebut disampaikan saat berada di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa, 28 April 2026.
Arifah menilai kebijakan ini perlu dikaji untuk meningkatkan perlindungan kelompok rentan. Terutama perempuan yang kerap menjadi pengguna utama gerbong khusus di transportasi publik.
Namun, Arifah menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya terkait usulan pemindahan gerbong khusus wanita di KRL tersebut. Permintaan maaf itu disampaikan setelah pernyataannya dinilai kurang sensitif di tengah situasi duka kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
"Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat," kata Arifah dalam keterangan video yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Rabu, 29 April 2026.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya korban dan keluarga korban kecelakaan. "Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti dan tidak nyaman atas pernyataan tersebut," ujarnya.
Profil Arifah Fauzi
Di balik sorotan tersebut, Arifah Fauzi memiliki rekam jejak panjang di bidang sosial dan keagamaan. Ia dikenal sebagai aktivis Nahdlatul Ulama yang aktif sejak usia muda.
Perempuan kelahiran Madura, Jawa Timur, 28 Juli 1969 ini menempuh pendidikan dasar di Jakarta. Ia melanjutkan studi di IAIN Yogyakarta yang kini dikenal sebagai UIN Sunan Kalijaga.
Arifah kemudian meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia pada 2002. Pendidikan tersebut ditempuh melalui beasiswa Ford Foundation.
Karier organisasinya dimulai dari Ikatan Pelajar Putri NU di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia juga aktif di Fatayat NU dan Muslimat NU dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Selain itu, Arifah terlibat dalam Majelis Ulama Indonesia serta berbagai gerakan sosial lintas organisasi. Ia juga aktif dalam program pemberdayaan masyarakat dan advokasi perempuan.
Di luar dunia organisasi, Arifah memiliki pengalaman di industri kreatif. Ia pernah menjadi produser program televisi hingga terlibat dalam pertunjukan seni budaya internasional.
Dalam dunia politik, Arifah tercatat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional pada Pemilu 2024. Peran tersebut mengantarkannya masuk ke dalam Kabinet Merah Putih.
Ia resmi dilantik sebagai Menteri PPPA oleh Prabowo Subianto pada Oktober 2024. Sejak itu, Arifah aktif mengawal isu perlindungan perempuan dan anak di tingkat nasional.
Berdasarkan laporan LHKPN per Desember 2025, Arifah memiliki total kekayaan sekitar Rp12,58 miliar. Data tersebut mencerminkan transparansi pejabat publik dalam melaporkan harta kekayaannya.
Kini, usulan terkait penempatan gerbong perempuan menjadi bagian dari perhatian publik terhadap kebijakan perlindungan perempuan. Gagasan tersebut membuka ruang diskusi mengenai aspek keselamatan dalam transportasi umum.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....