Gerbong Khusus Perempuan Kembali Disorot, Ulas Sejarahnya

  • 29 Apr 2026 15:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wacana gerbong khusus perempuan mencuat pasca insiden KA di Stasiun Bekasi Timur
  • Konsep ini telah lama diterapkan di Inggris sejak abad ke-19, namun dihapus pada 1977, sementara beberapa negara masih mempertahankannya hingga kini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wacana terkait gerbong khusus perempuan kembali mencuat di kalangan masyarakat. Isu ini menyusul insiden KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter-Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026.

Mengutip laman Railway Museum, konsep ini sejatinya pernah diterapkan di Inggris selama lebih dari satu abad. Sejak era 1840-an, layanan kereta di negara tersebut telah menyediakan kompartemen “ladies only”.

Bahkan pada 1850-an, operator South Eastern menetapkan aturan bahwa gerbong khusus perempuan selalu disediakan jika dibutuhkan. Kebijakan ini semakin diperkuat pada 1874 ketika kompartemen khusus perempuan mulai diterapkan di Metropolitan Railway.

Hal ini menyusul sejumlah kasus kekerasan terhadap penumpang perempuan. Dorongan publik juga meningkat setelah kasus pelecehan yang melibatkan Valentine Baker pada 1875.

Kasus inilah yang memicu kekhawatiran terhadap keselamatan perempuan di kereta. Namun, seiring waktu, kebijakan tersebut mulai ditinggalkan.

Pada Maret 1977,

British Rail dilaporkan menghapus secara bertahap sisa kompartemen khusus Perempuan. Saat itu, gerbong khusus perempuan masih beroperasi di sejumlah rute, termasuk antara London dan Essex.

Saat ini, konsep gerbong khusus perempuan masih diterapkan di beberapa negara seperti India, Japan, dan Mexico. Kebijakan ini sebagai upaya meningkatkan rasa aman bagi penumpang perempuan untuk menggunakan transportasi umum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....