BKKBN Dorong Penguatan KB Pasca Persalinan Tekan Kematian Ibu

  • 30 Apr 2026 05:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menekankan pentingnya penguatan layanan Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan.
  • Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mengatakan akses pelayanan kontrasepsi yang aman dan berkualitas masih menjadi tantangan yang perlu diperkuat secara nasiona

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menekankan pentingnya penguatan layanan Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan akses kontrasepsi berkualitas nasional

Isyana mengatakan akses pelayanan kontrasepsi yang aman dan berkualitas masih menjadi tantangan yang perlu diperkuat secara nasional. “Salah satu aspek penting adalah pemenuhan akses pelayanan kesehatan, termasuk kontrasepsi yang aman dan berkualitas,” kata Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga BKKBN 2025, terdapat 3.639.765 akseptor KB baru perempuan dan 24.296.898 peserta KB aktif. Sementara itu, angka kematian ibu masih tercatat 189 per 100 ribu kelahiran hidup berdasarkan Sensus Penduduk 2020.

“Berdasarkan data BKKBN 2025 mencatat jutaan akseptor KB perempuan aktif nasional dan angka kematian ibu masih 189 per 100 ribu kelahiran hidup. Hal ini menunjukkan masih adanya tugas bersama untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan KB yang terintegrasi dan berbasis keluarga,” ucap Isyana menjelaskan.

Isyana menegaskan pemerintah prioritaskan pelayanan KB pasca persalinan hingga 42 hari setelah melahirkan. Langkah ini dilakukan untuk atur jarak kehamilan, cegah risiko 4 terlalu dan kehamilan tidak diinginkan secara nasional

“KB pasca persalinan adalah intervensi kunci untuk menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus mencegah stunting. Sehingga perlu dukungan semua pihak agar implementasinya optimal,” ujar Isyana menegaskan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....