Pemerintah Dorong Pengembangan 11 Kota Satelit dalam Program Strategis Nasional
- 29 Apr 2026 20:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah akan menyiapkan 11 kota satelit sebagai bagian PSN untuk sektor perumahan
- Pengembangan didukung pemetaan lahan, kajian awal, serta survei untuk menentukan lokasi prioritas
- Pemerintah membentuk tim survei untuk memastikan kesiapan lahan sebelum pengembangan dilakukan
RRI.CO.ID, Jakarta — Pemerintah tengah mendorong pengembangan 11 kota satelit sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) untuk penyediaan perumahan. Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menyatakan langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyediaan hunian yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Ia menyebut pembahasan telah dilakukan bersama Kementerian ATR/BPN, yang mencakup identifikasi lokasi prioritas untuk pengembangan kota satelit tersebut. Proses ini didukung data serta kajian awal yang telah disiapkan.
“Terkait dengan kota satelit, arahan ada 11 kota satelit,” ujar Dirjen Sri usai rapat koordinasi PSN di Jakarta, Rabu, 29 April 2026. Ia menambahkan daftar lahan dan wilayah yang berpotensi juga telah disiapkan untuk ditindaklanjuti.
Menurutnya, kajian awal juga dilakukan bersama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk melihat kesiapan kawasan yang akan dikembangkan. Kajian tersebut mencakup backlog, sarana prasarana, tata ruang, hingga integrasi dengan transportasi.
“Tadi juga sudah membuat semacam kajian awal untuk kota satelit itu, mulai dari di kota-kota tersebut backlognya bagaimana. Terus bagaimana sarana-prasarana di sana seperti apa, bagaimana konteks tata ruangnya, termasuk integrasi dengan transportasi,” katanya.
Ia menyebut langkah selanjutnya adalah melakukan survei lapangan untuk menentukan lokasi prioritas. Pemerintah juga telah membentuk tim survei guna memastikan kesiapan lahan sebelum pengembangan dilakukan.
“Next-nya adalah lokasi-lokasi tersebut. Nanti akan dilakukan survei, dari tim survei tersebut nanti akan ada prioritas,” ujar Sri.
Sementara itu, Plt Dirjen TKPR Kementerian PKP, Roberia, menyebut tim survei akan segera bekerja menindaklanjuti daftar lokasi yang telah disiapkan. Ia menegaskan data lahan masih dalam proses verifikasi agar hasilnya akurat.
“Insya Allah akan ada rapat besok pagi,” ujar Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko (TKPR) tersebut. Ia menambahkan penetapan angka pasti akan disampaikan setelah proses pengecekan selesai untuk menghindari kesalahan data.
Sebagai informasi, kota satelit merupakan kota-kota kecil yang dikembangkan di pinggiran kota inti atau wilayah suburban. Kawasan ini dipersiapkan untuk mendukung aktivitas kota inti, termasuk penyediaan lahan bagi industri dan permukiman.
Selain itu, kota satelit juga berperan sebagai penyedia sumber daya penting seperti air dan kebutuhan konsumsi penduduk. Kota inti dan kota satelit saling terintegrasi sehingga membentuk satu kesatuan wilayah yang tidak terpisahkan.
Pengembangan kota satelit bertujuan untuk membagi beban kota inti yang mengalami pertumbuhan pesat. Beban tersebut mencakup perkembangan ekonomi serta peningkatan kepadatan penduduk yang berdampak pada fisik wilayah perkotaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....