Menteri Lingkungan Hidup Janji Selamatkan Lingkungan Demi Generasi Muda
- 29 Apr 2026 19:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, berjanji akan selamatkan lingkungan demi generasi muda
- Jumhur menilai, arah pembangunan ke depan harus berfokus pada penyelamatan bumi dengan semangat Only One Earth
RRI.CO.ID, Jakarta — Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, berjanji akan selamatkan lingkungan demi generasi muda. Menurutnya kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini telah menciptakan “utang” besar kepada generasi mendatang, khususnya Generasi Z.
Menurutnya, pendekatan environmental ethics (hubungan moral antara manusia dan lingkungan hidup) harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan pembangunan. Hal tersebut agar tidak mewariskan krisis ekologis di masa depan.
“Kita ini punya utang besar kepada generasi muda. Mereka berhak menuntut lingkungan yang layak dan masa depan yang tidak penuh risiko bencana,” ujar Jumhur di kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta Selaran, Rabu, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, sejak puluhan tahun lalu dunia telah menghadapi tekanan lingkungan dari dua sisi. Industrialisasi di negara maju yang memicu polusi, serta deforestasi di negara berkembang akibat tekanan ekonomi masyarakat.
“Kondisi ini membuat bumi kita berada dalam tekanan yang serius. Kalau tidak kita perbaiki sekarang, kita sedang mewariskan masalah besar,” katanya.
Jumhur menilai, arah pembangunan ke depan harus berfokus pada penyelamatan bumi dengan semangat Only One Earth. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tetap harus berjalan.
“Kita tidak anti investasi atau industri. Tapi semuanya harus dalam batas yang wajar, tidak melampaui daya dukung lingkungan, dan patuh pada aturan,” ucapnya.
Ia juga menyoroti komitmen pemerintah di bawah Prabowo Subianto yang menjadikan isu lingkungan. Termasuk pengelolaan sampah, sebagai prioritas nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, ia mengingatkan kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, termasuk temuan mikroplastik di berbagai perairan Indonesia. “Ini bukan lagi isu masa depan, ini sudah terjadi sekarang, dan ini alarm keras bagi kita semua,” ujarnya.
Jumhur menekankan bahwa upaya menjaga lingkungan bukan berarti menghambat pembangunan. Melainkan memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan selaras dengan keberlanjutan.
“Kalau dari awal kita disiplin, mungkin terasa lebih berat. Tapi itu jauh lebih baik daripada kita menghadapi bencana besar di masa depan,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan. Demi memastikan generasi mendatang tidak menanggung beban yang lebih berat.
“Kita ini seperti penjaga masa depan mereka. Jangan sampai mereka mewarisi kerusakan yang kita biarkan hari ini,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....