Memahami Sistem Double Double Track dalam Perkeretaapian
- 29 Apr 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sistem double-double track (DDT) merupakan sistem perkeretaapian dengan empat jalur rel yang dipisahkan menjadi dua pasang.
- DDT digunakan untuk melayani jenis perjalanan berbeda secara bersamaan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Sistem double-double track (DDT) merupakan sistem perkeretaapian dengan empat jalur rel yang dipisahkan menjadi dua pasang. DDT digunakan untuk melayani jenis perjalanan berbeda secara bersamaan.
Umumnya, jalur ini memisahkan layanan kereta komuter seperti KRL dengan kereta jarak jauh atau ekspres. Penerapan DDT dinilai mampu meningkatkan kapasitas lintasan, mengurangi kepadatan, serta mendorong efisiensi jalur dengan tingkat lalu lintas tinggi.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan proyek DDT Bekasi–Cikarang akan diprioritaskan. Hal ini menyusul insiden KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026.
Ia menegaskan, percepatan proyek DDT pada segmen Bekasi–Cikarang menjadi bagian dari langkah evaluasi. Dudy juga menyebut proyek ini akan diintegrasikan dengan program elektrifikasi jalur hingga Cikampek sebagai satu kesatuan pengembangan.
Saat ini, jalur DDT yang telah beroperasi baru mencakup segmen Jatinegara–Bekasi. Secara keseluruhan, proyek ini dirancang membentang dari Stasiun Manggarai hingga Cikarang.
Adapun untuk ruas Manggarai–Jatinegara, pengerjaannya masih berlangsung. Ini termasuk kelanjutan pembangunan proyek Manggarai Ultimate.
Pada segmen DDT Jatinegara–Bekasi, jalur perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) dan KRL telah dipisahkan. Namun, setelah melintasi Stasiun Bekasi, kedua layanan tersebut kembali menggunakan jalur yang sama hingga Cikarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....