Komisi V DPR Dukung Kemenhub Evaluasi Total Operasional Taksi Listrik Green SM

  • 29 Apr 2026 09:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi V DPR Syafiuddin Asmoro menegaskan, mendukung langkah Kemenhub RI mengevaluasi total operasional taksi listrik Green SM.
  • Politikus PKB ini menilai, keberadaan taksi listrik Green SM patut menjadi perhatian serius.
  • Kasus ini bukan yang pertama, taksi Green SM sudah beberapa kali bermasalah dan menimbulkan risiko keselamatan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi V DPR Syafiuddin Asmoro menegaskan, mendukung langkah Kemenhub RI mengevaluasi total operasional taksi listrik Green SM. Mengingat, kecelakaan antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, berawal dari taksi listrik tersebut.

Politikus PKB ini menilai, keberadaan taksi listrik Green SM patut menjadi perhatian serius. Karena, taksi hijau itu memiliki rekam jejak bermasalah yang berulang.

“Kasus ini bukan yang pertama, taksi Green SM sudah beberapa kali bermasalah dan menimbulkan risiko keselamatan. Oleh karena itu, langkah Kemenhub untuk melakukan evaluasi menyeluruh sudah tepat dan harus segera direalisasikan,” kata Syafiuddin dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Ia pun merinci, sejumlah insiden yang melibatkan taksi listrik Green SM sepanjang tahun 2026. Pada Januari 2026, kendaraan itu dilaporkan mundur dan menabrak sebuah restoran.

"Pada Februari 2026, taksi tersebut menabrak pembatas jalan (jalur busway) di kawasan Ragunan. Kemudian pada 3 April 2026, terjadi dua insiden," ucap Syafiuddin.

Dua insiden itu, ia menjelaskan, taksi listrik itu menyangkut di pembatas jalan di kawasan Jagakarsa. Serta kecelakaan tunggal di flyover Pesing.

Tak lama berselang, ia menuturkan, pada 14 April 2026, taksi tersebut kembali menabrak pembatas jalan di kawasan Kuningan. “Rangkaian kejadian ini menunjukkan adanya persoalan serius, baik dari sisi teknis kendaraan, sistem operasional, maupun aspek keselamatan,” ujar Syafiuddin.

Sebelumnya, Komisaris Utama (Komut) KAI, Said Aqil Siradj mengungkapkan, kecelakaan kereta di Bekasi Timur dipicu kelalaian pengendara taksi listrik. Ia menjelaskan, kendaraan tersebut masuk ke lintasan hingga mengganggu perjalanan KRL yang sedang melintas.

“Ini menjadi pelajaran bagi semua, baik sopir mobil, pengendara, maupun masinis. Kecelakaan tidak akan terjadi jika semua berhati-hati dan waspada,” ujarnya usai menjenguk korban kecelakaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Jawa Barat pada Selasa, 28 April 2026.

Ia menjelaskan, kendaraan seharusnya tidak melintasi jalur rel ketika kereta sudah mendekat. Kondisi tersebut berisiko tinggi karena mesin kendaraan bisa mati akibat getaran lokomotif.

“Kalau kereta sudah dekat, mobil yang melintas bisa mati mesinnya. Getaran dari lokomotif membuat mesin kendaraan tidak berfungsi,” katanya.

Keberadaan kendaraan di rel, kata Said, memicu gangguan pada sistem persinyalan kereta. Kondisi tersebut membuat sensor mengalami error sehingga memengaruhi pergerakan rangkaian kereta.

“Karena ada taksi itu, kemudian KRL berhenti, maka sensor pun rusak, error. Error,” ujarnya.

Akibat gangguan tersebut, KRL berhenti di lintasan sebelum akhirnya tertabrak KA Argo Bromo. Benturan keras terjadi karena rangkaian tidak sempat menghindari tabrakan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....