Kecelakaan Kereta Bekasi, Komisi V Minta Investigasi Gangguan Taksi Listrik

  • 28 Apr 2026 11:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Seluruh kemungkinan penyebab harus dibuka secara transparan sebagai bahan evaluasi
  • Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto meminta, stakeholder terkait melakukan investigasi terhadap laporan masyarakat.
  • Laporan itu, guna memastikan apakah kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut (benar-benar) mengalami kendala teknis

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto meminta, stakeholder terkait melakukan investigasi terhadap laporan masyarakat. Yakni, laporan adanya gangguan teknis armada taksi listrik, diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan maut kereta api di Bekasi.

"Laporan itu, guna memastikan apakah kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut (benar-benar) mengalami kendala teknis. Hingga berhenti di tengah perlintasan rel," kata politikus PDIP ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Jika diperlukan, ia mendorong, pemerintah harus melakukan inspeksi menyeluruh terhadap armada transportasi umum. Semua itu, demi memberikan jaminan keselamatan kepada masyarakat.

“Seluruh kemungkinan penyebab harus dibuka secara transparan sebagai bahan evaluasi. Agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” ucap Sofwan.

Kemudian, Ia juga meminta, seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian penuh terhadap penanganan para korban. Khususnya, terhadap korban yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Dalam situasi darurat, tidak boleh ada hambatan, termasuk faktor administrasi. Penanganan medis harus menjadi prioritas utama, termasuk kemudahan pembiayaan melalui asuransi,” ujar Sofwan.

Diketahui, terjadi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. Akibat insiden tersebut, sebanyak tujuh orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya masih menjalani perawatan intensif.

"Meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam, tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin, di Stasiun Bekasi Timur, Selasa, 28 April 2026.

Sebagai informasi, peristiwa ini diduga bermula dari adanya taksi berwarna hijau yang tertabrak KRL di pelintasan kereta. Setelah rangkaian tersebut berhasil dievakuasi, insiden lanjutan terjadi.

Kecelakaan kedua terjadi saat KRL tujuan Jakarta–Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut pada Senin malam, 27 April 2026.

Peristiwa kecelakaan dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.57 WIB pada jalur perlintasan sekitar Bulak Kapal, Bekasi Timur. Insiden bermula ketika sebuah mobil taksi listrik warna hijau tertemper KRL pada jalur perlintasan langsung di kawasan tersebut.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyampaikan kronologi awal kejadian kepada wartawan. Ia menjelaskan KRL sempat mengalami gangguan setelah mengalami temperan dengan kendaraan sebelum akhirnya berhenti di lintasan rel tersebut.

"Oh iya, jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL. Di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya," kata Franoto kepada wartawan, Senin malam.

Franoto mengakui tabrakan awal dengan taksi listrik menyebabkan rangkaian KRL terhenti di jalur tersebut. Sementara, posisi KRL berada di lintasan yang sama dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

"(Temperan ini) yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....