Kecelakaan Kereta di Bekasi Diduga Dipicu Temperan Taksi Hijau
- 28 Apr 2026 08:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kecelakaan dipicu taksi hijau tertemper KRL di perlintasan
- KRL berhenti lalu tertabrak Kereta Agro Bromo
- Tujuh orang meninggal dan 81 korban luka
RRI.CO.ID, Jakarta - Kecelakaan kereta terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin malam, 27 April 2026. Insiden ini melibatkan KRL dengan Kereta Jarak Jauh Agro Bromo yang melintas di jalur yang sama.
Peristiwa tersebut diduga dipicu insiden taksi hijau yang tertemper KRL di perlintasan sebidang. Lokasi kejadian berada di jalur perlintasan dekat Bulak Kapal, Kota Bekasi.
Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Ia menjelaskan insiden berawal dari temperan taksi di jalur perlintasan kereta.
“Iya betul, betul. Ada kecelakaan kereta,” ujarnya dikutip, Selasa, 28 April 2026.
Akibat kejadian tersebut, KRL sempat berhenti di lokasi setelah menabrak taksi yang berada di rel. Namun, Kereta Agro Bromo tetap melintas sehingga tabrakan dengan KRL tidak terhindarkan.
Berdasarkan rekaman video, taksi hijau terlihat berhenti tepat di perlintasan saat kereta melintas. KRL yang melaju tidak sempat menghindar sehingga menabrak kendaraan tersebut di lokasi kejadian.
Sejumlah pengendara yang berada di sekitar lokasi terlihat panik saat kejadian berlangsung secara tiba-tiba. Mereka terdengar terkejut melihat tabrakan yang terjadi di depan mata.
KRL yang berhenti akibat insiden tersebut kemudian tertabrak Kereta Agro Bromo dari arah berlawanan. Tabrakan kedua ini menyebabkan dampak yang lebih besar pada rangkaian kereta.
Manajemen taksi hijau Green SM Indonesia menyatakan telah menyampaikan informasi kepada pihak berwenang terkait insiden tersebut. Perusahaan juga menyatakan mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen menjaga standar keselamatan yang tinggi,” tulis pihak manajemen melalui akun Instagram @id.greensm.
PT KAI menyebut jumlah korban meninggal dunia dalam insiden ini mencapai tujuh orang. Selain itu, sebanyak 81 korban mengalami luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan masih ada korban yang belum berhasil dievakuasi dari gerbong. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati untuk menghindari risiko tambahan.
“Jumlah korban meninggal dunia tujuh orang. Korban luka-luka yang dirawat sebanyak 81 orang,” katanya.
Ia mengatakan tiga korban yang masih terjepit di gerbong masih belum bisa dievakuasi. Proses evakuasi, kata Bobby, dilakukan dengan hati-hati dan maksimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....