Wamenpar Tekankan Peran Event dan MICE Pariwisata Nasional
- 28 Apr 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Industri event dan MICE (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran) menjadi pendorong pertumbuhan pariwisata nasional
- Sektor ini memberi dampak ekonomi luas bagi destinasi dan masyarakat
- Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menekankan pentingnya sektor tersebut
RRI.CO.ID, Jakarta — Industri event dan MICE (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran) menjadi pendorong pertumbuhan pariwisata nasional. Sektor ini memberi dampak ekonomi luas bagi destinasi dan masyarakat.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menekankan pentingnya sektor tersebut. MICE merupakan singkatan dari Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition.
“Event tidak hanya aktivitas tetapi juga menciptakan nilai ekonomi,” kata Ni Luh, Selasa, 28 April 2026. Ia menilai dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Wisatawan MICE memiliki tingkat belanja lebih tinggi. Hal ini dibandingkan wisatawan leisure pada umumnya.
Potensi tersebut memperkuat posisi industri event nasional. Sektor ini menjadi pilar strategis pariwisata Indonesia.
Ni Luh menyoroti tren global hybrid event pascapandemi. Kebutuhan corporate travel juga terus meningkat.
Penguatan industri diarahkan pada regulasi dan tata kelola. Langkah ini untuk meningkatkan kapasitas dan standardisasi.
“Industri event harus tumbuh berkualitas dan berdaya saing global,” ujarnya. Ia menilai penguatan ekosistem menjadi kunci.
Pengembangan infrastruktur dan portofolio event terus didorong. Termasuk skema insentif dan dukungan investasi.
Pemasaran dan promosi juga menjadi fokus penguatan. Perlindungan kekayaan intelektual turut diperhatikan.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tren positif pariwisata 2025. Jumlah wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta.
Capaian tersebut melampaui target pemerintah. Pengeluaran wisatawan mencapai 1.267 dolar AS per kunjungan.
Perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan. Angka ini melampaui target 1,08 miliar perjalanan.
Kontribusi pariwisata terhadap PDB mencapai 3,96 persen. Devisa sektor ini tercatat sebesar 18,27 miliar dolar AS.
“Capaian ini hasil kerja sama seluruh pihak,” ucapnya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan.
Transformasi pariwisata didorong melalui pendekatan pentahelix. Kolaborasi melibatkan pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas.
Kementerian Pariwisata berperan sebagai mitra strategis industri. Penguatan kolaborasi membawa sektor ke level global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....