Wamenpar: Blangikhan Lampung Tengah Dorong Pariwisata Berbasis Budaya
- 19 Feb 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tradisi Blangikhan di Lampung Tengah kembali mendapat sorotan nasional. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai ritual tersebut menjadi bukti nyata bahwa pariwisata dapat tumbuh kuat dari akar budaya masyarakat.
Ni Luh menegaskan pariwisata berbasis budaya dan spiritual bukan sekadar konsep, melainkan praktik nyata yang telah dijalankan masyarakat setempat. "Inilah wujud nyata pariwisata yang tumbuh dari masyarakat, dikelola bersama, dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan lokal," kata Ni Luh, Kamis, 19 Februari 2026.
Lebih jauh ia menyebut tradisi tersebut tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur. Tradisi itu juga mendorong kesejahteraan ekonomi melalui penguatan ekosistem pariwisata berbasis budaya dan spiritual.
Menurutnya, pengembangan pariwisata berbasis budaya merupakan bagian integral dari strategi nasional. Budaya menjadi napas pariwisata berkualitas yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berakar kuat pada identitas bangsa.
Keterlibatan pelaku UMKM dalam setiap rangkaian Blangikhan turut memperkuat dampak ekonomi kegiatan tersebut. Produk-produk lokal yang dihadirkan dalam perayaan budaya menjadi bukti bahwa tradisi mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat.
Ni Luh menambahkan, tradisi ini dilandasi nilai spiritual yang kuat. Ritual tersebut mengajak masyarakat memperbaiki hubungan dengan sesama, memperkuat kesiapan mental dan spiritual, serta menata diri menyambut ibadah Ramadhan.
Ia menegaskan kearifan lokal bukan sekadar warisan masa lalu. Nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan masa depan yang dapat menjadi fondasi pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Pihaknya juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi itu diharapkan mampu menjadikan Blangikhan sebagai agenda tahunan yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.
Selain itu, potensi pariwisata lain di Provinsi Lampung diharapkan dapat teridentifikasi dan dikembangkan secara terintegrasi. Pendekatan terpadu dinilai penting untuk memperkuat daya saing destinasi daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan bahwa Provinsi Lampung kini menempati posisi ke-9 dalam daftar 10 wilayah dengan kontribusi kunjungan wisatawan terbanyak di Indonesia. Meski demikian, masih terdapat tantangan dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih optimal dan terintegrasi.
Pemerintah Provinsi Lampung berencana mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna menstimulasi masuknya investasi. Langkah tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan kawasan sekitar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami memohon doa dan dukungan dari Wakil Menteri Pariwisata agar program ini dapat terwujud dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Khususnya bagi pengembangan pariwisata Provinsi Lampung,” ujar Jihan.
Tradisi Blangikhan atau Blangiran merupakan ritual penyucian diri masyarakat Lampung menjelang bulan suci Ramadan. Prosesi dilakukan melalui penyiraman diri menggunakan air dari tujuh mata air sebagai simbol pembersihan lahir dan batin.
Tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2019 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penetapan tersebut semakin mengukuhkan posisi Blangikhan sebagai identitas budaya yang memiliki nilai spiritual sekaligus potensi ekonomi bagi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....