Polisi Imbau Keluarga Korban Datangi RS Polri Guna Proses Identifikasi

  • 28 Apr 2026 12:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polisi imbau keluarga korban datang ke RS Polri untuk proses identifikasi jenazah
  • Sebanyak 10 jenazah belum dikenali dari total 14 korban meninggal dunia
  • Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL menyebabkan 14 tewas dan 84 luka

RRI.CO.ID, Jakarta – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan terdapat 10 korban meninggal di RS Polri. Ia mengimbau kepada keluarga korban kecelakaan kereta di Bekasi segera mendatangi posko RS Polri Kramat Jati.

Langkah ini dilakukan untuk membantu proses identifikasi korban yang hingga kini masih belum dapat diidentifikasi. Sebagian jenazah korban tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

“Ada 10 korban yang meninggal dunia di RS Kramat Jati dan belum dikenali identitasnya. Kami masih melakukan proses identifikasi terhadap para korban,” ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Ia mengimbau, masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga segera mendatangi posko yang telah disediakan. Proses identifikasi dilakukan di RS Polri untuk memastikan identitas korban secara akurat.

“Bagi warga masyarakat yang mencari keluarganya dapat ke posko RS Polri Kramat Jati. Hal ini penting agar proses identifikasi berjalan lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia mencatat jumlah korban tewas mencapai 14 orang hingga siang ini. Selain itu, sebanyak 84 korban lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Untuk diketahui, tragedi kecelakaan ini terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, di Stasiun Bekasi Timur. Insiden bermula saat KRL berhenti setelah tertemper kendaraan di perlintasan.

Tabrakan terjadi ketika KA Argo Bromo menghantam rangkaian KRL yang sedang berhenti di jalur tersebut. Benturan keras membuat gerbong khusus wanita di bagian belakang mengalami kerusakan parah.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan pembaruan jumlah korban dalam insiden tersebut. Penanganan korban hingga kini masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.

“Update 08.45 WIB, 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung. Seluruh tim masih bekerja untuk menangani dampak kecelakaan ini,” ujarnya.

Dalam hal ini, KAI memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka akan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan. Selain itu, biaya pemakaman korban meninggal juga ditanggung melalui asuransi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....