Pengguna KRL Jabodetabek Mencapai 349 Juta Orang selama Tahun 2025
- 24 Apr 2026 22:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mencatat 349.111.451 orang pelanggan Kereta Commuter Indonesia di kawasan Jabodetabek pada tahun 2025.
- Kenaikan volume penumpang terbesar pada awal tahun 2026 terjadi di lintas Bogor yang mencapai 38.203.481 orang pengguna.
- Kualitas infrastruktur perkeretaapian nasional yang andal mendorong produktivitas dan perubahan perilaku mobilitas harian warga menjadi lebih efisien.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 349.111.451 orang pelanggan KRL di wilayah Jabodetabek selama periode tahun 2025. Pertumbuhan angkutan massal Kereta Commuter Indonesia pada lintas Bogor tetap menjadi kontributor paling utama sampai saat ini.
Seluruh lintas pelayanan mengalami lonjakan penggunaan layanan seiring dengan membaiknya sistem infrastruktur perkeretaapian nasional saat ini. Inovasi layanan transportasi sanggup mendorong efisiensi waktu serta biaya pengeluaran harian bagi para pekerja di kawasan Ibu Kota.
“Ketika sistem transportasi dibangun dengan lebih andal, masyarakat akan mengikuti dengan sendirinya. Pilihan menggunakan transportasi publik muncul karena layanan memberi kemudahan, keterjangkauan, kepastian, dan rasa aman,” ujar Vice President Corporate Communication PT KAI Anne Purba, Jumat, 24 April 2026.
KAI mencatat kunjungan harian sebanyak 38.203.481 orang sepanjang bulan Januari hingga Maret tahun 2026 yang baru saja usai. Pertumbuhan angka ini menguatkan bukti keberlanjutan pilihan transportasi publik untuk berbagai keperluan aktivitas di jalur rel tersebut.
Kenaikan signifikan jumlah pengguna pada lintas Cikarang terpantau sudah menyentuh 21.717.664 orang di tiga bulan pertama. Ketersediaan akses kereta api telah menunjang pergerakan ekonomi para pekerja lintas kota penyangga secara efektif setiap harinya.
Kawasan Rangkasbitung turut memberikan performa menjanjikan dengan sumbangan pelanggan sebesar 20.197.205 orang pada kurun waktu serupa. Dampak positif perluasan rute layanan sangat memengaruhi produktivitas warga yang berada jauh dari pusat aktivitas pemerintahan nasional.
Gabungan lintas Tangerang beserta Tanjung Priok memberikan catatan data trafik penumpang lebih dari tujuh juta orang secara konsisten. Penetrasi angkutan rel pada kawasan industri maupun pelabuhan semakin diperkuat guna menekan polusi akibat asap kendaraan pribadi.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan KAI Wisnu Pramudya menekankan pentingnya pengembangan jaringan di berbagai kota besar Indonesia. Upaya tersebut sejalan dengan peningkatan integrasi antarmoda demi mempercepat transformasi pola mobilitas berkelanjutan di seluruh penjuru daerah.
“Infrastruktur transportasi yang terus diperkuat menghadirkan layanan publik yang semakin andal. Dampaknya terasa dalam kehidupan masyarakat, perjalanan menjadi lebih efisien, waktu lebih terjaga, dan aktivitas dapat berjalan dengan lebih produktif,” kata Wisnu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....