Cak Imin Minta Publik untuk Sabar, Pemerintah Fokus Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem
- 27 Apr 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Cak Imin minta masyarakat bersabar, pemerintah fokus tuntaskan kemiskinan ekstrem lebih dulu
- Jumlah rentan miskin naik 24,12 persen menjadi 67,93 juta jiwa menurut BPS 2026
- Pemerintah jaga stabilitas ekonomi dan menahan tekanan pada kelas menengah
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meminta masyarakat bersabar karena penanganan kemiskinan masih berjalan bertahap. Pemerintah, kata dia, saat ini memprioritaskan penuntasan kemiskinan ekstrem sebelum beralih menangani kelompok masyarakat rentan miskin.
“Kita sedang mengatasi dulu yang kemiskinan ekstrem dan miskin. Sehingga kerjaan ini selesai, kita akan masuk pada yang rentan miskin,” ujarnya usai Rapat Tingkat Menteri (RTM), Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Menurut dia, pemerintah belum lama berjalan sehingga membutuhkan waktu untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan ekstrem secara menyeluruh. Karena itu, penanganan dilakukan bertahap agar hasilnya lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Sabar, pemerintah hari ini baru satu tahun setengah. Akan ada saatnya kita bergerak untuk mengatasi yang rentan miskin,” katanya.
Ia menegaskan fokus pemerintah saat ini memastikan kelompok paling bawah benar-benar keluar dari kemiskinan ekstrem. Upaya tersebut dilakukan dengan berbagai program yang diarahkan langsung menyentuh masyarakat.
“Sabar, kita akan terus bekerja keras, tetapi yang paling pokok kita tuntaskan dulu yang miskin ekstrem,” ucapnya.
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik tahun 2026 menunjukkan jumlah kelompok rentan miskin justru meningkat cukup signifikan. Secara jumlah, kelompok ini mencapai 67,93 juta jiwa atau naik 24,12 persen dibandingkan sebelumnya.
Selain itu, jumlah penduduk miskin tercatat sekitar 23,85 juta jiwa atau meningkat 8,47 persen. Kondisi ini tidak lepas dari tekanan ekonomi global serta berbagai tantangan domestik yang masih berlangsung.
“Jumlah kelompok rentan masih sangat besar dan meningkat di tengah berbagai tantangan dan krisis ekonomi global. Penduduk rentan miskin naik karena berbagai faktor yang melingkupi kondisi nasional,” ujarnya.
Cak Imin menambahkan, pemerintah juga berupaya menjaga kelompok kelas menengah agar tidak terus tergerus tekanan ekonomi. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya tantangan ekonomi global yang memengaruhi daya beli masyarakat.
“Kita terus bekerja sekuat tenaga untuk menjaga agar kelas menengah tidak turun. Kelas menengah kita terus menghadapi tekanan ekonomi global yang terjadi,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran kabinet untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah juga diminta menahan laju pemutusan hubungan kerja agar tidak semakin meluas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....