DPR Soroti Kemajuan Pembinaan dan Keterampilan Narapidana

  • 27 Apr 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi XIII DPR mengapresiasi kemajuan pembinaan lapas yang semakin terarah, produktif, dan membangun harapan baru bagi warga binaan.
  • Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dewi Asmara menyebut program pembinaan lapas mulai menunjukkan hasil positif.
  • Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto menegaskan pemasyarakatan kini tak hanya menghukum, tetapi juga membangun kembali warga binaan secara utuh.

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi XIII DPR mengapresiasi kemajuan pembinaan lapas (lembaga permasyarakatan) yang semakin terarah, produktif, dan membangun harapan baru bagi warga binaan. Program keterampilan dinilai memperkuat bekal warga binaan untuk kembali mandiri dan diterima masyarakat secara lebih baik setelah bebas.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dewi Asmara menyebut program pembinaan lapas mulai menunjukkan hasil positif. Penguatan ketahanan dan pelatihan keterampilan melalui kolaborasi eksternal dinilai mempercepat pembinaan warga binaan lebih produktif.

“Berbagai program pembinaan sudah mulai memperlihatkan hasil. Penguatan ketahanan di lapas kini diterapkan lebih merata, disertai pelatihan keterampilan yang memberi bekal nyata bagi warga binaan,” kata Dewi Asmara saat diwawancarai awak media usai acara Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62 di Tangerang, Senin, 27 April 2026.

Menurutnya, sejumlah kegiatan produktif seperti budidaya perikanan, peternakan udang, hingga ternak ayam juga telah berjalan di berbagai lapas. Hasilnya bahkan sudah diproduksi dan dimanfaatkan melalui koperasi di lingkungan pemasyarakatan.

Ke depan, fungsi dan peran Bapas diharapkan semakin meningkat dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam sistem pemasyarakatan. Terutama dalam mendekatkan proses pembinaan dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Dewi juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Kesehatan, BPJS, dan berbagai mitra strategis lainnya. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan pembinaan yang lebih humanis dan berorientasi pada reintegrasi sosial.

“Kolaborasi lintas sektor, termasuk Kementerian Kesehatan dan BPJS, harus diperkuat demi pembinaan yang lebih humanis. Langkah ini penting agar warga binaan siap kembali berintegrasi dan berkontribusi positif di masyarakat,” kata Dewa menutup.

Sementara, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto menegaskan pemasyarakatan kini tak hanya menghukum, tetapi juga membangun kembali warga binaan secara utuh. Program produktif dinilai memperkuat jati diri warga binaan sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat secara luas dan berkelanjutan

Kita jalankan program ini untuk membangun jati diri manusia dan menghadirkan keadilan restoratif bagi masyarakat. Harapannya, pembinaan yang diberikan nantinya bisa bermanfaat luas setelah warga binaan bebas,” kata Agus.

Pemerintah berharap lembaga pemasyarakatan menjadi ruang pembinaan yang mampu melahirkan individu produktif dan mandiri. Warga binaan diharapkan kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan, siap berkontribusi positif setelah menjalani hukuman.

“Lembaga pemasyarakatan tidak boleh hanya menjadi tempat hukuman, tetapi ruang pembinaan yang produktif. Kami ingin warga binaan kembali ke masyarakat sebagai pribadi mandiri, terampil, dan siap berkontribusi positif,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....