Prajurit UNIFIL Gugur, DPR Dorong Evaluasi Perlindungan PBB

  • 27 Apr 2026 19:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Insiden ini menyoroti pentingnya perlindungan pasukan penjaga perdamaian internasional
  • Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyampaikan duka mendalam
  • Indonesia berduka atas gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia berduka atas gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia. Insiden ini menyoroti pentingnya perlindungan pasukan penjaga perdamaian internasional.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyampaikan duka mendalam. Ia menilai pengorbanan prajurit menjadi bagian komitmen menjaga perdamaian dunia.

“Kami menyampaikan duka cita atas gugurnya prajurit terbaik TNI,” kata Sukamta, Senin, 27 April 2026. Ia menegaskan pengabdian tersebut sesuai amanat konstitusi.

Praka Rico Pramudia gugur setelah menjalani perawatan di Lebanon. Ia menjadi korban ledakan peluru kendali di markas UNIFIL.

Peristiwa ini dinilai menunjukkan eskalasi situasi di wilayah konflik. Risiko terhadap pasukan penjaga perdamaian semakin meningkat.

“Perlindungan pasukan PBB harus menjadi prioritas utama,” ucapnya. Ia menekankan pentingnya keselamatan personel di lapangan.

Sukamta mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi diperlukan terhadap mandat dan mekanisme perlindungan pasukan.

Ia juga menekankan perlunya investigasi transparan atas insiden tersebut. Langkah ini penting untuk memastikan akuntabilitas.

Selain itu, pemerintah Indonesia diminta melakukan peninjauan internal. Peninjauan mencakup aspek keamanan dan pola penugasan prajurit.

“Peninjauan perlu tanpa mengurangi komitmen menjaga perdamaian,” ujarnya. Ia menilai langkah ini penting untuk perlindungan personel.

Sukamta menegaskan perdamaian tidak boleh dibayar dengan pengorbanan sia-sia. Setiap kejadian harus menjadi bahan evaluasi bersama.

“Upaya perdamaian membutuhkan sistem dan perlindungan yang kuat,” ucapnya. Komitmen global dinilai penting dalam menjaga stabilitas dunia.

Gugurnya prajurit ini menambah duka bagi Indonesia. Total empat prajurit TNI gugur dalam misi di Lebanon.

Nama lain yang gugur antara lain Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar. Serta Serka Muhammad Nur Ichwan dan Kopda Farizal Rhomadhon.

Doa dan penghormatan disampaikan kepada seluruh prajurit. Keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberi ketabahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....