Kemenkop Buka Akses Modal dan Pasar untuk Produk Warga Binaan Lapas

  • 27 Apr 2026 16:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Koperasi (Kemenkop) membuka akses pembiayaan dan pasar bagi produk warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas)
  • Kemenkop juga akan memfasilitasi perluasan akses pasar bagi produk warga binaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) membuka akses pembiayaan dan pasar bagi produk warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas). Pihaknya pun melakukan kerja sama strategis dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62. Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan, kerja sama ini bertujuan mendorong pemberdayaan ekonomi warga binaan melalui koperasi. Sehingga mereka memiliki bekal keterampilan dan kemandirian saat kembali ke masyarakat.

“Kami ingin memastikan warga binaan tidak hanya menjadi objek pembinaan. Tetapi juga subjek pembangunan ekonomi melalui koperasi,” ujar Farida lewat keterangannya, Senin, 27 April 2026.

Melalui program ini, warga binaan akan mendapatkan pendampingan peningkatan sumber daya manusia. Termasuk pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha.

Kemenkop juga akan memfasilitasi perluasan akses pasar bagi produk warga binaan, mulai dari sektor pertanian, perikanan hingga kerajinan. Agar dapat masuk ke jaringan distribusi yang lebih luas seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Di sisi pembiayaan, Kemenkop menyiapkan dukungan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Dan ini akan menyalurkan pinjaman bagi koperasi warga binaan dengan skema yang terjangkau.

Farida menambahkan, penguatan kelembagaan koperasi juga akan terus didorong. Termasuk pengembangan Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo) di berbagai wilayah.

Sementara, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan bahwa transformasi lapas harus memberikan dampak nyata bagi warga binaan. Salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi.

“Kami ingin lapas tidak hanya menjadi tempat pembinaan. Tetapi juga menjadi sentra bisnis yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menambahkan, penguatan ekonomi di lingkungan pemasyarakatan telah mulai dilakukan. Yaknu melalui Inkopasindo dengan dukungan anggaran sekitar Rp4,3 miliar.

Menurutnya, pemberdayaan warga binaan melalui koperasi menjadi langkah strategis untuk membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan. Sekaligus mendorong mereka berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....