Kemenkop Gandeng KLH Buka Peluang Koperasi Masuk Pasar Karbon
- 13 Agt 2026 23:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperluas peran koperasi dalam ekonomi hijau. Termasuk pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, hingga perdagangan karbon.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Dan dilakukan langsung Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri LH Jumhur Hidayat di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta.
“Koperasi memerlukan dukungan literasi serta pengetahuan pengelolaan berkelanjutan sesuai norma-norma lingkungan hidup. Di sisi lain, koperasi juga siap menjadi instrumen utama dalam menyukseskan program-program Kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Ferry, kepada wartawan, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurutnya, peluang bisnis koperasi dalam ekonomi hijau cukup besar. Salah satunya melalui pengolahan limbah dan sampah, termasuk minyak jelantah, yang dapat dikembangkan menggunakan prinsip ekonomi sirkular.
Kemenkop juga mendorong koperasi untuk mengambil bagian dalam perdagangan karbon. Menurutnya, sektor tersebut dapat menjadi sumber peluang usaha baru bagi koperasi sekaligus membuka akses manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami mendorong agar koperasi terlibat dalam proses perdagangan karbon. Ini akan menjadi peluang dan lapangan usaha baru yang sangat potensial bagi kegiatan koperasi di Indonesia,” katanya.
Ferry menilai manfaat perdagangan karbon tidak semestinya hanya dinikmati korporasi. Masyarakat lokal, masyarakat adat, dan kelompok yang selama ini berperan menjaga kelestarian lingkungan.
Sementara, Menteri LH Jumhur Hidayat mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koperasi. Jumhur menilai penguatan peran masyarakat lokal dalam kegiatan ekonomi strategis merupakan bagian dari transformasi ekonomi.
“Yang mana menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Ini adalah pembalikan arah bangunan masyarakat menuju cita-cita konstitusional,” ujar Jumhur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....