Mensos Pastikan Bansos Tak Dipotong, tetap Disalurkan Sesuai Ketentuan

  • 25 Apr 2026 21:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mensos Saifullah Yusuf pastikan bansos tidak dipotong atau dialihkan
  • Pemerintah tetap salurkan bansos sesuai ketentuan tanpa pengurangan
  • Hoaks bansos marak beredar di media sosial dan berpotensi penipuan
  • Masyarakat diminta waspada terhadap permintaan data pribadi dan transfer uang
  • Informasi resmi bansos hanya melalui kanal Kementerian Sosial

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengingatkan masyarakat mewaspadai hoaks terkait bantuan sosial. Ia menegaskan tidak ada pemotongan maupun pengalihan anggaran bansos.

Ia mengatakan informasi menyesatkan banyak beredar di media sosial. Narasi tersebut bahkan berpotensi masuk kategori penipuan.

“Banyak berita hoax di medsos. Menyesatkan masyarakat,” ucapnya, Sabtu 25 April 2026.

Menurutnya, pemerintah tetap menyalurkan bansos sesuai ketentuan. Jumlah penerima dan nominal bantuan tidak mengalami pengurangan.

“Yang benar, bansos tidak akan dikurangi. Baik jumlah penerimanya maupun nominal yang harus diterima oleh masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan tidak ada pengalihan anggaran bansos untuk program lain. Penyaluran tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Tidak ada pengalihan anggaran bansos untuk program lain,” ucapnya.

Ia mengingatkan masyarakat tidak mudah percaya pada akun yang mengatasnamakan pemerintah. Terutama jika diminta mengirim data pribadi, transfer uang, atau mengakses tautan tidak jelas.

“Kalau menerima informasi soal bansos, cek dulu sumbernya. Jangan langsung percaya,” ucapnya.

Ia menegaskan seluruh informasi resmi dapat diakses melalui kanal Kementerian Sosial. Masyarakat juga bisa menghubungi call center di nomor 021-171 atau WhatsApp resmi di 08877-171-171.

“Silakan cek di kanal resmi atau hubungi call center,” katanya.

Ia menambahkan kewaspadaan masyarakat penting agar bansos tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....