Wamenkomdigi Tekankan Pengembangan AI Berlandaskan Nilai Pancasila
- 26 Apr 2026 06:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, menekankan pengembangan AI harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila
- Pengembangan AI dengan merujuk nilai Pancasila diungkapkan Wamenkomdigi, Nezar Patria, dapat menjaga budaya dan nilai luhur bangsa Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, menekankan pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Centre for Strategic and International Studies (CSIS), di kantor Kemkomdigi, Jakarta.
Wamenkomdigi menjelaskan, hal itu bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan, dalam kekayaan budaya dan nilai-nilai luhur bangsa. Terlebih lagi dikatakannya, bahwa hal ini harus dapat diterapkan, di tengah perkembangan teknologi dunia saat ini.
Nezar menyatakan, Indonesia telah menetapkan arah yang jelas dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan dan pemanfaatan AI. Sehingga ditegaskannya bahwa pengembangan dan pemanfaatan AI oleh berbagai sektor di Indonesia, harus merujuk pada nilai Pancasila.
"Kami menginginkan AI berdaulat dengan budaya dan nilai-nilai sosial kami juga. Menetapkan Pancasila sebagai norma yang harus dirujuk oleh semua pengembang AI, perusahaan, atau lembaga yang ingin mengadopsi kecerdasan buatan ini," kata Nezar dalam keterangan resminya, Jakarta, Sabtu, 25 April 2026.
Dijelaskannya pendekatan ini menjadi langkah penting, agar Indonesia tidak hanya menjadi penggunaan teknologi yang dibentuk negara lain. Namun, hal itu dikatakan Wamenkomdigi, agar Indonesia dapat menghadirkan teknologi yang sesuai dengan konteks sosialnya sendiri.
Dalam kesempatan itu, Nezar juga mencontohkan bahwa setiap negara memiliki cara pandang dan sistem nilai yang berbeda. Bahkan hal itu dikatakannya, tidak selalu dapat diterjemahkan secara utuh ke dalam bahasa, ataupun teknologi negara lainnya.
"Kita memiliki nilai dan cara pandang sendiri yang tidak selalu bisa diterjemahkan secara langsung. Ini harus menjadi bagian dari pengembangan teknologi kita," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....