Wamenkomdigi: ION Permudah UMKM Transaksi Lintas Aplikasi

  • 06 Feb 2026 11:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelaksanaan Indonesia Open Network (ION), dapat memberi peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria dalam acara '12th Annual Indonesia Economic Forum', Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia mengatakan gelaran ION, membuka peluang perdagangan UMKM untuk masuk ke digital. Hal ini diungkapkan Nezar, menjadikan akses pasar bagi UMKM dapat terbuka luas, tanpa ketergantungan pada suatu platform. 

Wamenkomdigi menilai bahwa ditengah perkembangan teknologi digital, namun UMKM sulit untuk melakukan perkembangan. Sebab dijelaskannya dalam ekonomi digital terdapat komisi yang tinggi, keterbatasan akses data, dan sistem platform yang tertutup.

"Banyak UMKM kesulitan masuk ke ekonomi digital karena biaya dan keterikatan platform. ION membuka pilihan agar pelaku usaha bisa ditemukan dan bertransaksi lintas aplikasi," kata Nezar dalam keterangannya, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Padahal diungkapkan Wamenkomdigi, ekonomi digital Indonesia memiliki potensi yang sangat besar melalui transaksi digital. Dimana dalam hal ini pada akhir tahun 2026, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan melampaui nilai USD 130 Miliar (1 USD = Rp16.881). 

Tidak hanya itu, Nezar mengungkapkan bahwa Indonesia, memiliki 64,2 juta UMKM. Hal ini dijelaskannya, memberikan sumbangan terhadap PDB sekitar 61 persen, dan menopang hampir 97 persen tenaga kerja.

"Pada paruh pertama tahun ini, tercatat lebih dari 6 miliar transaksi QRIS, namun pertumbuhan tersebut belum dirasakan merata. Meski begitu, masih banyak pelaku usaha di luar kota besar yang sulit mengakses pasar digital secara adil," ujarnya. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....