Selain Sapu-Sapu, Pahami Berbagai Spesies Ikan Berbahaya di Indonesia

  • 25 Apr 2026 18:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menetapkan puluhan jenis ikan berbahaya selain sapu-sapu yang berpotensi merusak ekosistem dan membahayakan manusia.
  • Karakter ikan berbahaya meliputi predator agresif, spesies invasif, hingga ikan beracun yang sulit dikendalikan di perairan.
  • Edukasi masyarakat dan larangan pelepasan ikan peliharaan menjadi kunci mencegah penyebaran spesies berbahaya di Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Maraknya ikan sapu-sapu di perairan Indonesia memicu perhatian terhadap spesies lain yang juga berbahaya. Pemerintah bahkan telah menetapkan daftar ikan yang berpotensi merusak ekosistem dan membahayakan manusia.

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang sulit dikendalikan di perairan tawar Indonesia. Kemampuannya bertahan di kondisi ekstrem membuat ikan ini mendominasi dan mengancam keberadaan ikan lokal.

Menurut data US Fish and Wildlife Service, ikan invasif dapat menyebar cepat dan merusak habitat. Kondisi ini diperparah dengan minimnya predator alami di lingkungan baru.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan daftar ikan berbahaya. Aturan ini tertuang dalam Permen KKP Nomor 19/PERMEN-KP/2020 yang membatasi peredaran spesies tertentu.

Dalam regulasi tersebut, terdapat puluhan jenis ikan yang dikategorikan berbahaya. Karakteristiknya beragam, mulai dari predator agresif hingga memiliki racun berbahaya bagi manusia.

Berikut beberapa jenis ikan berbahaya selain sapu-sapu:

Hydrocynus
Ikan Hydrocynus (Foto: Wikipedia)

Ikan predator ganas dengan gigi tajam yang mampu memangsa ikan lain dalam waktu singkat. Spesies ini dikenal memiliki kecepatan tinggi saat berburu sehingga sulit dihindari oleh mangsanya.

Arapaima Gigas
Ikan Arapaima Gigas (Foto: Taman Margasatwa Ragunan)

Salah satu ikan air tawar terbesar di dunia yang dapat mendominasi habitat dan memangsa spesies lokal. Ukurannya yang sangat besar membuatnya mampu menguasai rantai makanan di perairan tempat hidupnya.

Amphilophus Citrinellus
Ikan Amphilophus Citrinellus (Foto: researchgate.net)

Ikan agresif yang dapat menyerang ikan lain dan merusak keseimbangan ekosistem akuarium maupun perairan liar. Perilaku dominannya membuat spesies ini sering menguasai ruang hidup dan sumber makanan ikan lain.

Amphilophus Labiatus
Ikan Amphilophus Labiatus (Foto: Gramedia Blog)

Memiliki perilaku teritorial tinggi dan dapat mengusir ikan lokal dari habitatnya. Ikan ini juga dikenal sangat defensif sehingga sulit hidup berdampingan dengan spesies lain.

Cichla
Salah satu jenis ikan Cichla (Foto: Nakama Aquatics)

Predator air tawar yang dikenal rakus dan mampu menghabiskan populasi ikan kecil secara cepat. Kemampuannya berburu secara efisien membuat keseimbangan ekosistem mudah terganggu.

Pygocentrus
Ikan Pygocentrus (Foto: Taman Safari Indonesia)

Ikan bergigi tajam yang dapat menyerang secara berkelompok dan berpotensi membahayakan manusia. Serangan kelompok membuat ikan ini menjadi salah satu predator paling ditakuti di perairan tawar.

Electrophorus electricus
Ikan Electrophorus Electricus atau Belut Listrik (Foto: Jagat Satwa Nusantara)

Ikan ya g bisa dikenal dengan Belut Listrik ini menghasilkan sengatan listrik kuat yang dapat melumpuhkan mangsa bahkan membahayakan manusia. Tegangan listrik yang dihasilkan dapat mencapai ratusan volt dalam sekali serangan.

Tetraodontidae
Ikan Tetraodontidae atau ikan Buntal (Foto: Animal Fact Guide)

Mengandung racun tetrodotoksin yang sangat berbahaya jika dikonsumsi tanpa pengolahan khusus. Racun ini bahkan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat jika masuk ke tubuh manusia.

Cherax
Cherax Nigli atau Lobster air Tawar (Foto: National Geographic Indonesia)

Udang air tawar invasif yang merusak habitat dan bersaing dengan spesies lokal dalam mencari makanan. Spesies ini juga dapat berkembang biak dengan cepat sehingga populasinya sulit dikendalikan.

Keberadaan ikan-ikan tersebut tidak hanya mengancam ekosistem perairan, tetapi juga keselamatan manusia. Beberapa spesies memiliki racun atau kemampuan fisik yang dapat menyebabkan cedera serius.

Selain itu, sifat invasif membuat ikan-ikan ini berkembang cepat dan sulit dikendalikan. Tanpa pengawasan ketat, populasi mereka dapat merusak keseimbangan ekosistem dalam waktu singkat.

Pemerintah mengimbau masyarakat tidak melepas ikan peliharaan ke perairan umum. Edukasi menjadi kunci penting untuk mencegah penyebaran spesies berbahaya di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....