Ahli Gizi Sebut Ikan Sapu-sapu Aman Dikonsumsi jika dari Perairan Bersih

  • 25 Apr 2026 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Ikan sapu-sapu bisa dikonsumsi jika berasal dari perairan bersih
  • 2. Ikan sapu-sapu kaya protein dan bagus untuk tulang
  • 3. Tekstur daging sapu-sapu lembut sehingga cocok untuk bahan utama siomay, dan bakso
  • 4. Pakar gizi melarang konsumsi ikan sapu-sapu dari perairan kotor dan tercemar
  • 5. Salah satu gangguan kesehatan adalah kanker

RRI.CO.ID, Jakarta - Ahli gizi Gede Eka Subiarta mengatakan, ikan sapu-sapu dapat dikonsumsi jika berasal dari perairan bersih. Menurutnya, proteinnya ikan sapu-sapu sangat baik untuk kesehatan tubuh dan tulang.

Selain itu, lanjut dia, ikan sapu-sapu memiliki kandungan protein tinggi serta rendah lemak. Nutrisi tersebut mendukung pembentukan otak dan menjaga kekuatan tulang manusia.

"Kalau secara teknis, ikan sapu-sapu bisa dikonsumsi jika berasal dari perairan bersih. Ikan ini kaya protein dan rendah lemak sehingga baik untuk kesehatan tulang," kata Gede Eka saat dihubungi RRI, Sabtu, 25 April 2026.

Menurutnya, ikan sapu-sapu dapat diolah menjadi berbagai makanan lezat dan bergizi. Contohnya siomay, abon, dan bakso dengan tekstur daging lembut.

Ia menekankan pentingnya pengolahan yang tepat agar ikan tidak berbau amis. Proses tersebut juga memastikan kandungan berbahaya dapat diminimalkan.

"Harus diolah dengan benar sehingga bau amis hilang dan aman dikonsumsi. Pengolahan tepat penting bagi kesehatan manusia," ujarnya, menjelaskan.

Selain itu, konsumsi ikan sapu-sapu sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Variasi menu diperlukan agar kebutuhan gizi tetap seimbang.

Ia juga mengingatkan ikan dari perairan tercemar tidak layak dikonsumsi masyarakat. Kandungan polutan berbahaya dapat berdampak serius bagi kesehatan.

Paparan zat seperti merkuri dan timbal berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang. Salah satu risiko yang dapat muncul adalah penyakit kanker.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penangkapan ikan sapu-sapu secara massal. Populasinya disebut mendominasi perairan hingga mengganggu ekosistem.

Gubernur Pramono Anung mengatakan, populasi ikan tersebut mencapai lebih dari separuh perairan Jakarta. Keberadaannya mengancam kelangsungan hidup ikan lain.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan dari perairan tercemar. Kandungan residu tinggi dinilai berbahaya bagi kesehatan manusia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....