Hasil Kunjungan Presiden: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak Rusia
- 23 Apr 2026 17:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia memperoleh komitmen pasokan 150 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus dari hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke negara tersebut.
- Rusia menjadi alternatif pemasok energi penting bagi Indonesia di tengah krisis energi global yang dipicu konflik antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia memperoleh komitmen pasokan 150 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus. Hal ini merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke negara tersebut.
Demikian disampaikan Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo dalam acara Economic Briefing 2026 di Jakarta, Kamis 23 April 2026. “Indonesia sekarang sudah ada komitmen dari pemerintah Rusia, 150 juta barel kita bisa simpan di Indonesia untuk menghadapi masalah-masalah gejolak ekonomi,” ujarnya.
Hashim menjelaskan, kesepakatan tersebut merupakan buah dari pertemuan Presiden dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Senin (13/4). Dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu, Rusia awalnya menyetujui pengiriman cepat 100 juta barel minyak dengan harga khusus.
Jika Indonesia masih membutuhkan tambahan, Rusia siap menambah pasokan hingga 50 juta barel. Guna memperkuat ketahanan energi nasional menghadapi gejolak ekonomi global.
“Jadi dia (Presiden) ke Moskow bukan untuk foya-foya. Dia ke Moskow ketemu Presiden Putin selama tiga jam dan dapat komitmen dari Presiden Putin,” kata Hashim.
Menurutnya, Rusia menjadi alternatif pemasok energi penting bagi Indonesia di tengah krisis energi global yang dipicu konflik antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran. Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut minyak mentah impor dari Rusia ditargetkan mulai masuk ke Indonesia pada April 2026.
Sementara itu, rencana pembelian LPG dari Rusia masih dalam tahap finalisasi, termasuk besaran kontribusinya terhadap kebutuhan nasional. Pemerintah menilai langkah diversifikasi pasokan energi ini penting untuk menjamin keandalan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
“Jadi, harus ada diversifikasi. Insyaallah crude kita akan semakin membaik,” ujar Bahlil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....