'Oleh-oleh' Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia dan Prancis
- 15 Apr 2026 17:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Rusia dan Prancismpada 13-14 Maret 2026
- 2. Kunjungan singkat Presiden Prabowo merupakan bagian diplomasi Indonesia ditengah perang di Timur Tengah
- 3. Sejumlah kesepakatan hasil kunjungan Presiden Prabowo
RRI.CO.ID, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto merampungkan lawatan singkat ke Rusia dan Prancis pada 13-14 April 2026. Presiden Prabowo tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu, 15 April 2026, sekitar pukul 13.55 WIB.
"Presiden Prabowo Subianto bertolak ke tanah air setelah melakukan lawatan singkat selama dua hari. Lawatan ke dua negara adidaya dunia, yaitu Rusia dan Prancis, pada 13–14 April 2026," kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Rabu, 15 April 2026.
Seskab Teddy mengatakan Prancis dan Rusia merupakan dua dari lima negara pemegang hak veto di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, Prancis dan Rusia merupakan salah satu kekuatan ekonomi global.
Oleh sebab itu, kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia dan Prancis merupakan strategi diplomasi Indonesia ditengah ketidakpastian global imbas perang di Timur Tengah. Indonesia harus aktif menjalin komunikasi dengan banyak negara.
"Kedua negara tersebut merupakan dua dari lima negara pemegang hak veto di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Serta memiliki kekuatan besar di bidang ekonomi dan sumber daya energi,” ujar Teddy.
Presiden Prabowo mengawali lawatannya dengan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Senin, 13 April 2026. Pertemuan berlangsung selama lima jam.
Seskab menjelaskan pertemuan kedua pemimpin negara tersebut, menyepakati sejumlah kerja sama strategis. Kesepakatan kedua negara khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral yang menjadi prioritas jangka panjang kedua negara.
“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” ujar Seskab menerangkan.
Selain sektor energi, Seskab mengatakam kedua negara juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang lainnya yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pembangunan nasional. Kerja sama tersebut seperti riset teknologi, bidang pertanian, dan bidang investasi di berbagai sektor terutama pembangunan industri di Indonesia.
Presiden Prabowo melanjutkan pertemuan dengan Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Selasa, 14 April 2026.
Seskab Teddy mengatakan pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo dan Macron berlangsung dalam suasana hangat dan produktif. Pertemuan berlangsung selama lebih dari dua jam.
Seskab Teddy menjelaskan dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama strategis Indonesia–Prancis di berbagai sektor prioritas. Kerja sama mencakup pengembangan kerja sama di bidang energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi ekonomi jangka panjang.
“Pertemuan tersebut membahas peningkatan kerja sama di berbagai sektor. Kerja sama yang saling menguntungkan antara lain energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi ekonomi jangka panjang,” kata Seskab Teddy.
Hubungan personal yang kuat antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron turut menjadi fondasi penting dalam mempererat kemitraan kedua negara. Seskab Teddy menuturkan bahwa kedekatan tersebut telah terjalin sejak Presiden Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia dan terus berlanjut hingga saat ini.
“Hubungan kedua pemimpin telah terjalin erat sejak Presiden Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan . Hubungan terjalin hingga saat ini,” ujar Seskab Teddy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....