Indonesia Perkuat Cadangan Energi Lewat Kerja Sama dengan Rusia

  • 17 Apr 2026 12:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia menyiapkan kerja sama energi jangka panjang dengan Rusia untuk menambah pasokan nasional
  • Rusia disebut siap memasok minyak mentah sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur guna memperkuat cadangan energi Indonesia
  • Bahlil memastikan kebutuhan pasokan minyak mentah nasional hingga Desember 2026 dalam kondisi aman sesuai arahan Presiden.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia menyiapkan kerja sama energi jangka panjang dengan Rusia untuk menambah pasokan nasional. Langkah itu dilakukan karena konflik Timur Tengah menekan ketersediaan minyak dan gas di pasar global saat ini.

Pasokan energi dalam negeri masih terbatas karena jumlah produksi nasional belum mampu menutup kebutuhan masyarakat dan industri. Pemerintah karena itu membuka berbagai jalur baru untuk menjaga ketersediaan energi tetap aman sepanjang tahun.

Bahlil mengatakan pembahasan energi muncul dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan awal mengenai penguatan kerjasama strategis sektor energi antara kedua negara.

Kerja sama itu diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi Bahan Bakar Minyak yang terus meningkat. Pemerintah menilai tambahan sumber pasokan penting untuk menjaga stabilitas distribusi energi di seluruh wilayah Indonesia.

"Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara, tapi di hampir semua negara,” ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 16 April 2026.

Ia menyampaikan bahwa atas arahan Presiden, dirinya telah bertemu dengan Menteri ESDM serta Utusan Khusus Presiden Putin. Bahlil mengatakan hasil pertemuan tersebut membawa kabar yang cukup menggembirakan bagi upaya penguatan ketahanan energi nasional.

Bahlil menyebut, Indonesia akan menerima pasokan minyak mentah dari Rusia untuk membantu memenuhi kebutuhan energi nasional. Selain pasokan, Rusia juga siap mendukung pembangunan infrastruktur penting bagi ketahanan energi Indonesia.

"Bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia, dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur yang penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita," ucapnya.

Bahlil menyebut kebutuhan minyak mentah Indonesia mencapai sekitar 300 juta ton setiap tahun. Besarnya kebutuhan itu membuat Indonesia harus memperluas hubungan dengan negara produsen energi utama dunia.

Negara yang masuk penjajakan mencakup Rusia, Amerika Serikat, serta beberapa negara produsen energi di Afrika. Menurut pemerintah, diversifikasi sumber pasokan penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu wilayah tertentu.

"Pemerintah Indonesia selalu mengedepankan politik bebas aktif, dan dalam politik bebas aktif itu juga ada ekonomi bebas aktif. Jadi kita boleh belanja dimana saja, selama kita komitmen dengan orang-orang atau negara-negara yang telah kita melakukan ajak kerjasama," ujarnya.

Bahlil memastikan pasokan minyak mentah Indonesia hingga akhir tahun 2026 dalam kondisi aman. Kepastian itu disebut menjadi hasil tindak lanjut pemerintah setelah komunikasi intensif dengan mitra internasional.

"Atas arahan Bapak Presiden itu saya menindaklanjuti untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember, insya Allah sudah aman. Jadi kita nggak perlu risau, tinggal kita meningkatkan produksi daripada kilang kita," katanya.

Sebelumnya, Bahlil mendampingi Presiden Prabowo bertemu Presiden Putin di Istana Kremlin Moskow, Senin, 13 April 2026. Pertemuan itu membahas peluang kerja sama energi yang difokuskan untuk kepentingan nasional Indonesia.

Bahlil menyebut diplomasi energi menjadi bagian penting menjaga kestabilan pasokan energi dalam negeri. Langkah tersebut mencakup pengembangan kilang minyak serta penguatan perdagangan minyak mentah internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....