Tinjau Sekolah Rakyat di Pejompongan, Siswa Menangis Dipeluk Seskab Teddy
- 23 Apr 2026 09:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos Saifullah Yusuf dan Seskab Teddy Indra Wijaya meninjau Sekolah Rakyat di Pejompongan, Jakarta Pusat.
- Pada kesempatan itu Seskab berdialog dan menyemangati para siswa yang kebanyakan anak-anak putus sekolah.
RRI.CO.ID, Jakarta – Sekolah Rakyat yang berlokasi di STIA LAN Pejompongan, Jakarta Pusat, dikunjungi dua anggota Kabinet Merah Putih. Mereka adalah Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, dan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya.
Kunjungan pada Rabu, 22 April 2026, itu bertujuan melihat langsung simulasi pembelajaran serta calon siswa di sana. Suasana resmi saat kedatangan kedua pejabat tersebut tiba-tiba berubah menjadi penuh haru.
Ini terjadi setelah Seskab Teddy memeluk seorang calon siswa, Muhammad Al Jabar (15), yang tengah menangis. “Saya ingin sekolah, Pak,” ucap anak tersebut sambil menitikkan air mata.
Al Jabar merupakan anak kelima dari enam bersaudara yang tinggal di Jakarta Timur. Dia mengaku belum pernah bersekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Menurut penuturan Al Jabar, ibunya bekerja sebagai buruh lepas dan ayahnya telah meninggal dunia. Kondisi tersebut membuatnya harus membantu mencari nafkah sejak kecil.
Sehari-hari, Al Jabar mengamen di lampu merah kawasan Klender bersama adiknya, Annas Al-Fatih (12). Sang adik hanya sempat mengenyam pendidikan hingga PAUD.
Al Jabar merupakan satu dari 77 calon siswa Sekolah Rakyat di Jakarta. Dia terjangkau melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional serta penelusuran langsung di lapangan.
Program Sekolah Rakyat memang menyasar anak-anak yang belum pernah sekolah maupun putus sekolah. Termasuk mereka yang selama ini bekerja di jalanan sebagai pengamen maupun yang lainnya.
Seskab Teddy kemudian menyemangati Al Jabar dan para calon siswa lainnya. Dia memastikan anak-anak itu akan mendapatkan fasilitas pendidikan, penginapan, serta pemenuhan gizi yang layak.
“Di sini adik-adik belajar yang baik karena telah mendapatkan penginapan dan gizi yang baik,” ujarnya. Sehingga, lanjut dia, nantinya para siswa bisa membanggakan keluarganya.
Teddy juga sempat bertanya kepada Al Jabar mengenai rencana ke depannya. “Saya ingin menjadi polisi,” kata remaja itu spontan menjawab pertanyaan Seskab.
Selain Al Jabar, Teddy juga berdialog dengan calon siswa lainnya. Di antaranya Gonzales yang putus sekolah saat kelas lima SD dan bercita-cita menjadi anggota TNI.
Ada pula Nana Kurnia yang ingin melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Dia menyebutkan orang tuanya bekerja sebagai penjual keripik dan buruh cat.
Sebelum mengakhiri kunjungannya, Teddy menyampaikan pesan Presiden, Prabowo Subianto kepada para siswa. “”Presiden menyampaikan salam agar kalian terus semangat belajar dan jaga kesehatan,” ucapnya.
Mensos Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat menjadi upaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. “Mereka yang sekolah di sini adalah mereka yang berhak dan diharapkan menjadi lulusan yang tangguh,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....