Menaker Perluas Pelatihan Vokasi Siapkan SDM Kompeten Nasional

  • 22 Apr 2026 19:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mendorong perluasan akses pelatihan vokasi untuk meningkatkan kualitas SDM
  • Langkah ini menjadi strategi menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri
  • Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya peran balai pelatihan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mendorong perluasan akses pelatihan vokasi untuk meningkatkan kualitas SDM. Langkah ini menjadi strategi menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya peran balai pelatihan. Seluruh BLK diminta memperluas akses agar manfaat dirasakan masyarakat luas.

“Seluruh balai pelatihan harus memperluas akses agar manfaat dirasakan masyarakat,” kata Yassierli, Rabu, 22 April 2026. Ia menilai pelatihan vokasi menjadi kunci peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Pemerintah mendorong Pelatihan Vokasi Nasional sebagai langkah konkret. Program ini dirancang menyiapkan tenaga kerja kompeten dan siap industri.

Target peserta pelatihan pada 2026 mencapai 70 ribu orang. Tahap pertama telah diikuti sebanyak 10.405 peserta.

Peserta tersebar di berbagai balai pelatihan dan satuan pelatihan nasional. Termasuk 21 BLK, 13 satuan pelatihan, dan 46 BLK UPTD.

Pelatihan juga dilaksanakan di BBPVP Medan dengan beragam program. Terdapat 10 program pelatihan dari 8 bidang kejuruan.

Program mencakup teknisi AC hingga instalasi tenaga listrik. Selain itu, terdapat pelatihan barista, IT, hingga menjahit.

Yassierli menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi hambatan. Balai pelatihan diminta aktif menjalin kerja sama dengan industri.

“Kalau dana terbatas, jalin kerja sama dengan industri,” ujarnya. Kolaborasi ini untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

Kerja sama tersebut diharapkan meningkatkan kualitas pelatihan vokasi. Sekaligus membuka peluang kerja bagi peserta pelatihan.

Yassierli berharap program ini memberi dampak nyata bagi masyarakat. Pelatihan diharapkan meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja.

Langkah ini juga mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil nasional. Khususnya di sektor industri yang terus berkembang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....