Menaker Dorong Balai K3 Tekan Kecelakaan Kerja Nasional

  • 15 Apr 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong Balai K3 tampil lebih proaktif dalam pencegahan kecelakaan kerja
  • Langkah ini untuk menekan angka kecelakaan kerja secara signifikan di Indonesia
  • Menaker menegaskan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif sejak awal

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong Balai K3 tampil lebih proaktif dalam pencegahan kecelakaan kerja. Langkah ini untuk menekan angka kecelakaan kerja secara signifikan di Indonesia.

Menaker menegaskan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif sejak awal. "Upaya promotif dan preventif sangat penting untuk menekan fatalitas di tempat kerja," kata Yassierli, Rabu, 15 April 2026.

Ia menginstruksikan seluruh jajaran Balai K3 bergerak lebih masif dalam pengawasan dan edukasi. Menurutnya, pelindungan pekerja tidak cukup dilakukan setelah insiden terjadi.

Penguatan Balai K3 dinilai penting karena menyangkut keselamatan manusia. Selain itu, hal ini berdampak pada keberlangsungan keluarga pekerja dan kepercayaan publik.

Balai K3 diharapkan mampu membaca risiko dan membangun budaya keselamatan kerja. Institusi ini juga harus memperkuat langkah pencegahan di lapangan secara berkelanjutan.

Menaker menegaskan target penurunan kecelakaan kerja tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Kolaborasi dengan sektor swasta dan ekosistem K3 harus diperkuat.

"PJK3 bukan saingan kita, melainkan mitra untuk menurunkan angka kecelakaan kerja," ujarnya. Sinergi tersebut diharapkan mempercepat pencapaian target keselamatan kerja nasional.

Selain kolaborasi, penguatan kapasitas pegawai Balai K3 juga menjadi perhatian. Pegawai dituntut tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga manajerial dan analisis data.

Penguji K3 harus berkembang dengan pemahaman budaya K3 dan manajemen risiko. Penguasaan statistik juga diperlukan untuk mendukung kebijakan berbasis data.

"Rekomendasi harus mampu memberi arah pencegahan yang lebih efektif," ujarnya. Menaker juga mengingatkan pejabat fungsional untuk terus berkembang sesuai jenjang karier.

Orientasi jabatan tinggi harus menuju peran pembuat kebijakan yang lebih strategis. Pendekatan manajerial dinilai kunci dalam memperkuat pelindungan tenaga kerja ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....