Kemenhaj Minta Seremonial Haji Dikurangi Demi Kesehatan Jemaah
- 22 Apr 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mengimbau pengurangan seremonial pelepasan jamaah calon haji
- Langkah ini untuk menjaga kebugaran jamaah sebelum perjalanan ke Tanah Suci
- Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menilai seremonial berlebihan berdampak pada kesehatan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mengimbau pengurangan seremonial pelepasan jamaah calon haji. Langkah ini untuk menjaga kebugaran jamaah sebelum perjalanan ke Tanah Suci.
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menilai seremonial berlebihan berdampak pada kesehatan. Jemaah membutuhkan waktu istirahat yang cukup sebelum keberangkatan.
“Mohon jangan terlalu banyak seremonial agar jamaah tidak letih,” kata Dahnil, Rabu, 22 April 2026. Ia menekankan acara panjang membuat jamaah mudah kelelahan.
Pelepasan jamaah sering diwarnai seremonial di berbagai daerah. Acara bahkan dilakukan berulang di kabupaten dan embarkasi.
Kondisi ini dinilai memperpanjang waktu tunggu jemaah. Akibatnya, jamaah menjadi cepat lelah sebelum keberangkatan.
Dahnil menyoroti banyaknya jamaah lansia dan berisiko tinggi. Kelompok ini membutuhkan perhatian khusus sebelum perjalanan jauh.
Jamaah disabilitas juga memerlukan waktu istirahat yang cukup. Kondisi fisik mereka harus dijaga sebelum menuju Tanah Suci.
“Mohon dipahami agar acara seremonial bisa dikurangi,” ujarnya. Ia menegaskan kesehatan jamaah menjadi prioritas utama.
Sebanyak 391 calon haji kloter pertama telah diberangkatkan. Mereka berasal dari Embarkasi Pondok Gede Jakarta.
Jamaah diberangkatkan menuju Madinah melalui Bandara Soekarno-Hatta. Penerbangan dilakukan menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Keberangkatan ini menandai dimulainya operasional haji 1447 Hijriah. Pemerintah memastikan layanan berjalan lancar dan optimal.
Upaya pengurangan seremonial diharapkan mendukung kesiapan jemaah. Kondisi fisik yang prima penting untuk menjalani ibadah haji.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....