Menteri LH Resmikan ACC THPC, Perkuat Penanganan Asap Lintas Batas ASEAN

  • 22 Apr 2026 16:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meresmikan Kantor Sekretariat ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC)
  • keberadaan sekretariat di Jakarta diharapkan mampu mengintegrasikan sistem data dan respons cepat antara lembaga nasional

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meresmikan Kantor Sekretariat ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC). Peresmian ini dilakukan di Kantor KLH/BPLH, Jakarta Timur, Rabu, 22 April 2026.

Peresmian tersebut menjadi langkah strategis Indonesia dalam memperkuat kolaborasi regional ASEAN untuk menangani polusi asap lintas batas. Dan nantinya kolaborasi ini dilakuka secara lebih terkoordinasi, cepat, dan efektif.

“Ini adalah simbol tekad kolektif negara-negara ASEAN untuk mewujudkan kawasan bebas asap. Melalui kerja sama yang lebih solid dan respons yang lebih cepat,” kata Hanif kepada wartawan.

ACC THPC dibentuk dalam kerangka ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP). Dan dirancang sebagai pusat komando regional dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak lintas negara.

“Melalui pusat tersebut, koordinasi antarnegara akan diperkuat. Mulai dari pertukaran informasi hingga mobilisasi bantuan darurat saat terjadi kebakaran,” katanya.

Secara fungsi, ACC THPC memiliki tiga peran utama, yakni pemantauan dan penilaian melalui penyediaan data real-time terkait hotspot dan kualitas udara. Kemudian koordinasi pertukaran tenaga ahli dan teknologi pemadaman, serta sistem peringatan dini mencegah eskalasi kebakaran pada musim kemarau.

Selain itu, keberadaan sekretariat di Jakarta diharapkan mampu mengintegrasikan sistem data dan respons cepat antara lembaga nasional. Seperti BNPB, KLH/BPLH, Kementerian Kehutanan, serta mitra di negara anggota ASEAN.

Integrasi tersebut dinilai penting untuk memastikan penanganan karhutla dilakukan secara lintas batas. Dengan pendekatan yang lebih sinkron dan efektif.

Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus menurunkan angka kebakaran hutan dan lahan. Yakni melalui penguatan pencegahan, pemadaman, penegakan hukum, serta restorasi ekosistem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....