Uji Jalan B50 di Sektor Otomotif Tunjukkan Hasil Aman Jelang Implementasi Nasiona

  • 22 Apr 2026 15:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • GAIKINDO mendukung hasil uji dan berharap spesifikasi bahan bakar tetap digunakan saat implementasi resmi
  • Pemerintah menargetkan implementasi mandatori B50 mulai 1 Juli 2026 sebagai langkah menjaga ketahanan energi nasional
  • Hasil sementara uji jalan menunjukkan penggunaan B50 pada kendaraan diesel aman tanpa kendala signifikan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mempercepat implementasi mandatori biodiesel 50 persen atau B50 untuk merespons kenaikan harga energi global. Target penggunaan B50 secara nasional dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026 mendatang.

Langkah percepatan ini dilakukan di tengah dinamika geopolitik global yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas energi sekaligus mendorong transisi energi berkelanjutan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melanjutkan rangkaian uji coba penggunaan bahan bakar biodiesel B50 di berbagai sektor pengguna. Sektor otomotif menjadi fokus utama untuk memastikan kesiapan implementasi dalam kondisi operasional sehari-hari.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan tahapan uji dimulai sejak awal 2025. Pengujian awal dilakukan melalui uji laboratorium sebelum dilanjutkan ke penggunaan langsung pada mesin diesel.

Uji penggunaan B50 pada mesin diesel dimulai serentak sejak Desember 2025 di enam sektor utama. Sektor tersebut meliputi otomotif, angkutan laut, pertanian, pertambangan, perkeretaapian, serta pembangkit listrik nasional.

"Awal 2025 kita sudah melakukan uji teknis laboratorium dan sudah selesai di pertengahan tahun lalu, lalu kita memang sudah melakukan kick off dan serentak uji di 6 sektor. Jadi otomotif, tambang, alat pertanian, kelautan, lalu pembangkit, satu lagi kereta, nah itu serentak dilakukan mulai tanggal 9 Desember 2025," ujarnya di Lembang, Kabupaten Bandung, Selasa, 21 April 2026.

Eniya menyampaikan bahwa seluruh proses pengujian dilakukan secara bertahap dan terukur untuk menjaga keandalan serta keselamatan kendaraan. Pengujian mencakup berbagai tipe kendaraan dengan kondisi operasional berbeda sebagai bagian evaluasi menyeluruh.

Setelah uji jalan selesai, kendaraan akan diperiksa secara detail untuk mengetahui dampak penggunaan B50 terhadap mesin. Pemeriksaan meliputi kinerja mesin serta komponen penting yang berkaitan dengan sistem bahan bakar kendaraan.

"Bulan Mei nanti semua (kendaraan) sektor otomotif untuk di bawah 3,5 ton mencapai target 50.000 km. Setelah selesai 50.000 km, nanti ada pengecekan semua engine, untuk kendaraan diatas 3,5 ton sudah selesai memenuhi target jarak tempuh 40.000 km," katanya.

Hingga April 2026, hasil sementara menunjukkan penggunaan B50 pada kendaraan diesel berada dalam kondisi aman. Tidak ditemukan kendala signifikan selama pengujian berlangsung pada berbagai kategori kendaraan yang telah diuji.

Hasil uji jalan ini juga mendapat respons positif dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau GAIKINDO. Anggota GAIKINDO Abdul Rochim menyampaikan harapan agar spesifikasi bahan bakar uji digunakan dalam implementasi mendatang.

"Jadi kalau kami dari Gaikindo memandang hasil akhirnya bisa bertahan seperti ini, seperti hasil sementara ini, tentunya kami sangat senang dan kami berharap bahwa spek bahan bakar yang digunakan untuk uji ini menjadi spek untuk implementasi B50,” ucapnya.

Pengujian kualitas bahan bakar menunjukkan B100 untuk campuran B50 memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Perbaikan parameter meliputi kadar air maksimum 300 ppm, monogliserida 0,47 persen massa, serta kestabilan oksidasi minimal 900 menit.

Pengujian performa menunjukkan kinerja kendaraan tetap stabil tanpa penurunan signifikan selama penggunaan bahan bakar B50. Pemerintah menegaskan pengembangan B50 merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....